Sunday, January 14, 2018

Bagaimana Cara Main Facebook yg Baik

Bagaimana Cara Main Facebook yg Baik
Bagaimana Cara Main Facebook yg Baik

[caption id="attachment_137768" align="aligncenter" width="300" caption="Jadikan akun Facebook anda sebagai Cermin Pribadi"][/caption]

Wah memangnya main fesbuk harus belajar segala?

Tentu dong kalau memang ingin mengoptimalkan keberadaan Fesbuk.Kebanyakan orang memakai facebook dengan sekedarnya. Awalnya ketertarikan orang kepada FB ini karena 2 hal yaitu : pertama, FB mampu menghubungkan dirinya kembali dengan teman atau keluarga yg sebelumnya kehilangan korelasi dan kedua sebagai wahana atau mencoba menggunakan teknologi internet dan jaringan computer.Bisa dikatakan apabila belum memiliki akun kepada fesbuk mampu diklaim ketinggalan jaman atau kampungan atau lainnya.

Setelah menggunakan FB beberapa lama kecenderungannya sebagian akbar merasa bosan dan meninggalkannya. Rasa bosan sendiri manusiawi meski biasanya ada penyebab utamanya. Umumnya rasa bosan itu ada karena ada rasa Kekecewaan atau ada pemikiran FB itu Kurang Berguna.

Sebagian orang lagi merasa enjoy dengan keberadaan Facebook. Tiada hari tanpa membuka halaman jejaring sosial ini. Facebook menjadi salah satu hiburan primer mereka dalam kesehari-hariannya.Penulis pula adalah pengguna FB aktif selama 3 tahun. Minimal 2-3 hari sekali membuka Facebook karena memang Menyenangkan.

Supaya Facebook tetap menyenangkan dan menjadi wahana yg bermanfaat perlu diperhatikan hal-halsebagai berikut :

Facebook itu mainan orang Dewasa. Artinya Dewasa dalam pemikiran dan pula Dewasa dalam umur. Sebaiknya Facebook nir dipergunakan anak-anak dibawah umur (dari peraturan FB pula). Orang tua cukup sesekali mengenalkan teknologi internet kepada anaknya karena nir ada anak-anak yg membutuhkan sosialisasi dengan menggunakan jaringan seperti Facebook.
Jangan menggunakan FB sebagai wahana Narsis dan Lebay. Narsis identik pertanda perilaku hiperbola buat dihargai,disenangi,dihormati dan dikagumi.. Begitu pula Lebay (hiperbola). Status Facebook yg Lebay menerangkan penggunanya ingin diperhatikan (minta perhatian=egois). Pengguna yg slalu narsis dan lebay umumnya dijauhi teman-teman mayapada maya.
Jangan gunakan Facebook sebagai wahana mencari jodoh. Jodoh mampu dating darimana saja jadi jangan berharap dari Facebook. Gunakan Facebook hanya buat menambah pertemanan dan silahturahmi. Dari situ mampu saja terjadi jalan menuju jodoh. Dan buat pengguna yg sudah berkeluarga, jangan hingga menggunakannya sebagai wahana buat hal yg nir etis.
Jangan mengakibatkan FB sebagai arena berjualan. Syah-syah saja menjaring peluang perjuangan kepada Facebook akan namun tentu saja harus ada etikanya. Sering terjadi pengguna setiap dikala mengupload gambar2 jualannya terlalu seringkali sebagai akibatnya menimbulkan rasa nir nyaman kepada pengguna lainnya.
Jadikan akun fesbuk itu sebagai cermin kepribadian anda. Image mengenai pribadi anda tertuang kepada fesbuk sebagai akibatnya menjadi mereka yg belum mengenal anda, akan lebih mengenal anda dengan baik.
Gunakan interaksi dengan teman-teman anda dengan variatif. Cobalah membangun status yg menarik mengenai apa saja. Jila nir ada inspirasi buat membangun status, cobalah memberi komentar kepada status mitra-mitra anda sebagai akibatnya selalu terjadi interaksi.
Hindari gaya bermain Monitor dan Standby karenanya nir bermanfaat dan cenderung membangun bosan. (sayangkan apabila pulsa keluar akan namun nir ada fungsinya?).
Manfaatkan fesbuk buat menjalin korelasi minimal menegur sapa kepada mitra-mitra yg jarang mampu ditemui tertentu. Tidak salah kalau kita berusaha ramah buat menjalin silahturahmi.
Manfaatkan fasilitas Grup dari Facebook buat membangun diskusi menarik atau mampu pula mengenalkan perjuangan atau bidang yg sedang anda fokuskan.
Jadikanlah diri anda sebagai pengguna yg baik. Jila perlu tegurlah pengguna lain yg nir sopan atau suka menyalahgunakan fasilitas fesbuk. Jila perlu laporkan ke admin Facebook supaya Beranda safety dan menyenangkan.

Sepuluh hal tersebut diatas gampang-mudahan membangun anda menjadi betah bermain fesbuk, akan namun jangan hingga keasyikan dan lupa tugas primer anda. Dan satu yg terakhir, jangan hingga aktifitas anda kepada fesbuk menimbulkan kasus dengan pasangan anda maupun lingkungan kerja anda. Jadi berhati-hatilah dalam membangun status dan komentar.Hati-hati dan waspadalah waspadalah.. Hehehe..

Salam

Friday, January 12, 2018

Asyik, Komentar di Facebook Bisa Pakai Stiker

Asyik, Komentar di Facebook Bisa Pakai Stiker
Asyik, Komentar dalam Facebook Bisa Pakai Stiker

KOMPAS.com - Fitur " sticker" dalam percakapan pesan instan telah lazim digunakan, sekarang Facebook mengikuti tren itu dengan menambahkan fitur tadi dalam dialog postingan Facebook.
Penggunaan "sticker" buat semua pengguna Facebook telah dapat digunakan dalam semua komentar dalam postingan Timeline, Group, bahkan dalam Event, mulai Senin (13/10/2014).

Sticker dapat diakses sang pengguna melalui ikon smiley yang tersedia dalam pojok kanan bawah kolom komentar. Pilihan stiker akan ditampilkan & dapat dipilih sang pengguna Facebook.

Stiker dalam komentar Facebook ini pertama kali diumumkan sang Bob Baldwin, galat satu tim yang menggarap stiker agar tersedia dalam Facebook. Baldwin memposting screenshot timeline Facebook dengan stiker dalam halaman Facebooknya sendiri.

Menurutnya, stiker dapat menciptakan pengguna Facebook me-reply postingan dengan cara yang lebih menyenangkan. Mereka dapat indikasi mulut mereka dengan stiker tadi.

Diceritakan Baldwin, ilham stiker dalam Facebook dalam mulanya muncul dalam program Hackathon dalam New York. Ia beserta timnya menggarap ilham tadi dalam satu malam. Versi mobile-nya dikembangkan sang Baldwin beserta rekan-rekannya belakangan, termasuk buat versi iOS & Android.

Namun, menurut Tech Crunch, dengan menambahkan stiker dalam kolom komentar, menciptakan thread percakapan menjadi lebih panjang ke bawah. Orang akan lebih tak jarang menggeser layar ke bawah & menghabiskan lebih poly waktu membaca komentar.

Bagaimanapun, stiker adalah cara baru Facebook menarik penggunanya agar lebih betah memakai software yang semakin poly pesaingnya itu. Stiker buat Facebook sekarang tersedia dalam versi web maupun mobile.

Wednesday, January 10, 2018

Apakah hapus Facebook berarti privasi kita safety Pakar sebut tidak

Apakah hapus Facebook
Apakah hapus Facebook berarti privasi kita aman Pakar sebut tidak

Setelah skandal Facebook soal kebocoran data yang dikumpulkan Cambridge Analytica, banyak pengguna jejaring sosial terbesar tadi yang ingin menghapus akunnya.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

Bahkan, dari Mashable, kebencian terhadap Facebook kini sedang pada titik tertinggi sepanjang masa. Tagar #deletefacebook sudah trending selama beberapa hari, bahkan kampanye ini didukung oleh pendiri WhatsApp yang notabene anak perusahaan Facebook. Selain itu, penelusuran Google soal "hapus Facebook" berada pada nomor tertinggi selama lima tahun terakhir.

Mungkin galat satu jalan agar data kita tidak 'dipanen' lewat Facebook ialah bareng menghapusnya. Namun hal tadi tidak dan merta membangun privasi kita aman. Ini bukanlah isapan jempol belaka, alasannya adalah pakar menunjukkan demikian.

Menurut Luke Stark, calon profesor di Dartmouth College dan periset spesialis privasi online, data kita dilacak tidak cuma lewa jejaring sosial.

"Berbagai platform akbar yang awam kita gunakan setiap hari, mutlak mengumpulan aneka macam jenis data ihwal kita yang dipergunakan buat membuatkan profil pribadi kita," ujarnya.

Hal ini berarti, apapun yang kita 'sentuh' secara online, mutlak akan melacak data kita bareng aneka macam cara. Mulai dari mesin pecarian seperti Google, platform e-commerce, bahkan operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet.

Hal ini berupa paling tidak siapa Knda, ke mana lokasi Knda perjalanan, dan lain sebagainya.

Sang pakar berargumen, pengambilan data secara berlebih tanpa pengetahuan yang terperinci dari pemilik akun atau pengguna aneka macam platform digital, mampu diregulasi oleh Pemerintah, bareng membatasi secara terperinci akses platform digital ke data privasi pengguna. [idc]

Monday, January 8, 2018

Apa itu Cambridge Analytica, serta haruskah kita tinggalkan Facebook selamanya

Apa itu Cambridge Analytica, serta haruskah kita tinggalkan Facebook selamanya
Apa itu Cambridge Analytica, dan haruskah kita tinggalkan Facebook selamanya

Facebook ketika ini sedang dirundung perkara akbar. Digadang-gadang menjadi skandal terbesar Facebook selama 14 tahun berdiri, Cambridge Analytica dengan data dari jutaan profil jejaring sosial terbesar tadi untuk mempengaruhi hasil pemilu Presiden AS kepada 2016 lalu.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

Berdasarkan laporan dari The Observer kepada Sabtu (10/3), keliru satu orang yg bertanggung jawab atas perkara ini yakni Christopher Wylie, membeberkan banyak sekali hal yg dilakukannya.

"Kami mengeksploitasi Facebook untuk mengambil jutaan data dari profil mereka. Lali kami membangun model untuk membedah apa yg dapat kami ketahui tentang mereka dan menarget 'iblis' dalam diri mereka. Itulah basis dari mengapa perusahaan (Cambridge Analytica) ini dibangun," sebut Wylie.

Nah, tentu ini adalah hal yg sangat berbahaya. Berbagai data privasi kita dapat dipergunakan untuk mempengaruhi suara politik dari masyarakat, dan akan berimbas akbar ke hasil pemungutan suara yg tentu mencoreng nilai demokrasi.

Lalu, apakah kita harus lari sejauh-jauhnya dari Facebook?

Mari kita pelajari dulu apa itu Cambridge Analytica dan sebesar apa dampaknya.

Apa itu Cambridge Analytica?

Cambridge Analytica adalah sebuah perusahaan loka Christopher Wylie bekerja. Ini adalah perusahaan yg dimiliki oleh milyuner teknologi bernama Robert Mercer. Salah satu jajaran direksinya, sebelum dilantik menjadi penasehat Presiden Trump, adalah Steve Bannon yg pula petinggi di media konservatif Breitbart.

Sejah 2014 silam, Cambridge Analytica berbagi sebuah teknik untuk mendapatkan data Facebook dari kuis kepribadian. Tipe kuis yg memang cukup populer di Facebook ini dikerjakan oleh perusahaan pihak ketiga, yakni Global Science Research. Kuis ini dengan prosedur pemecahan yg secara personal memprofil dan menarget mereka yg berada di usia pemilih. Christopher Wylie, adalah sang maestro di kembaliproyek ini.

Di awal, perusahaan ini membantah apabila mereka 'memanen' data dari Facebook, dan mengaku tidak dengan data Facebook waktu pemilihan presiden 2016 lalu. Dikatakan pula bahwa mereka mematuhi persyaratan Facebook beserta tidak lagi mempunyai data dari Global Science Research selaku pengembang kuis.

Bagaimana cara Cambridge Analytica 'memanen' data dari Facebook?

Tentu, apabila data profil Anda adalah keliru satu yg disalahgunakan, Anda tidak tahu apabila data Anda disalahgunakan. Wylie menyebut bahwa apabila Anda bergaul Facebook beserta seseorang yg dengan perangkat lunak uji kepribadian bernama "thisisyourdigitallife," maka Anda telah berkonsensus beserta Global Science Research untuk mereka mengakses data Anda.

Parahnya, banyak sekali pengguna Facebook di AS dibayar untuk dengan perangkat lunak ini. Tentu akhirnya teman-teman mereka yg dengan perangkat lunak ini akhirnya pula 'terpanen' datanya.

Wylie pula menyebut bahwa data ini diambil oleh Cambridge Analytica dari Global Science Research beserta dalih riset akademik.

Data-data yg dipanen ini termasuk di antaranya adalah apa saja yg Anda like di banyak sekali situs di Facebook. Dengan data yg dibangun dari like ini saja, prosedur pemecahan yg dikembangkan Cambridge Analytica dapat mengetahui banyak sekali hal seperti ras, gender, orientasi seksual, bahkan trauma masa mini dan pula kerentanan terhadap jenis narkoba tertentu.

Hal ini menghasilkan data-data yg cukup valid dan detil dari banyak akun profil di Facebook. Cambridge Analytica pun dapat merancang profil detik sesuai data ini, dan mencocokkannya beserta catatan pemilik. Dengan ini, mereka akan tahu sang calon pemilih ini akan memilih siapa, apabila sesuai beserta tujuan mereka, di mana dalam perkara ini, memilih Trump, tidak ada perkara. Aika mereka cenderung memilih Hillary, mereka akan menghasilkan sistem periklanan yg akan tampil di timeline sang pemilih yg mungkin dapat membarui pandangan mereka untuk memilih Trump.

Seberapa efektif cara 'curang' ini dapat pengaruhi hasil pemilu?

Cukup efektif. Karena, Cambridge Analytica berhasil mencocokkan puluhan juta data Facebook beserta catatan pemilih. Lalu dari situ, mereka menarget pengguna individual beserta "pemasaran personal" untuk membarui pandangan politiknya.

Lalu, haruskah kita menghapus Facebook?

Facebook sendiri secara sadar atau tidak Anda sadari, adalah dunia yg dipenuhi iklan personal. Tentu Anda telah familiar beserta konsep bahwa apabila Anda 'Googling' sesuatu, hal tadi pula akan keluar iklannya di Facebook. Seperti apabila Anda mencari soal fotografi di Google, di Facebook datang-datang banyak iklan soal kamera.

Namun Cambridge Analytica adalah perkara yg tidak selaras. Ini sedikit lebih 'angker' dibanding sekedar pemasaran personal. Cambridge Analytica mengambil data pengguna tanpa konsensus dari sang pemilik data, beserta kata lain, kita tidak tahu menahu akan hal ini.

Untuk menghindari penyalahgunaan data semacam ini, Anda perlu sangat hati-hati beserta 'data permissions' yg selalu muncul waktu Anda terkoneksi beserta perangkat lunak di Facebook. Namun meski Anda melakukannya, Anda masih permanen berisiko waktu keliru satu dari teman Anda ceroboh untuk mengizinkan datanya diakses pihak ketiga. [idc]

Saturday, January 6, 2018

Apa Arti Foto Profil Facebook Knda

Apa Arti Foto Profil Facebook Knda
Apa Arti Foto Profil Facebook Anda

[caption id="attachment_105239" align="aligncenter" width="660" caption="Sumber: https://bittwords.wordpress.com"][/caption] Jila diperhatikan pengguna Facebook memakai foto profil yg majemuk. Ada berupa foto sendiri/eksklusif, foto sendiri yg close up sehingga hampir semua bagian muka terlihat, muncul pula yg memakai kaca mata hitam, muncul foto eksklusif namun diambil berasal jauh sehingga kurang jelas, bahkan muncul pula yg nir memakai sama sekali. Bagi mereka yg nge-fans dengan seseorang mampu pula memakai foto selebriti, ikon & poly lainnya. Ternyata pemakaian foto profil tersebut paling nir muncul kaitannya dengan eksklusif pengguna Facebook. businessinsider.com & gawker.com mencoba mengartikan foto profil di Facebook dengan menebak kira-kira apa arti berasal foto profil tersebut. Menurut ke 2 sumber tersebut,  menentukan foto profil tertentu tidaklah semudah yg dibayangkan. Foto profil yg dpilih  ternyata mampu mendeskripsikan sedikit banyaknya kepribadian pengguna. 1. Foto Potret, Mulai berasal Pinggang hingga Seluruh Wajah Foto sejenis potret yg menampilkan paras & sebagian badan bagian atas memperlihatkan bahwa anda artinya orang yg normal. Orang dewasa yg percaya diri dengan penampilan. Namun demikian, sebenarnya tampilan foto profil seperti ini memperlihatkan anda orang yg sedikit membosankan. Jila foto profil anda bukan adalah foto anda, melainkan buku yg pernah anda tulis kemudian diterbitkan, barang promosi lainnya yg anda ikut mempromosikannya, ini berarti anda termasuk orang yg NARSIS dengan pencapaian anda (karier anda). Aika foto profil anda tersebut berupa foto diri, anda akan sedikit terganggu, apalagi kalau foto profil anda tersebut memperlihatkan anda sedang memakai baju renang, bikini & foto panas lainnya, mampu saja memperlihatkan diri anda cukup HOT. 2. Foto Diri yg Diambil berasal Jauh Banyak yg menampilkan foto profil di Facebook berupa foto diri, namun diambil berasal jarak yg jauh berasal kamera sehingga kurang menampakkan paras yg sebenarnya. Apalagi kalau foto tersebut diambil di pinggir sebuah sungai & anda berdiri di sisi sungai dengan memegang payung sehingga nir jelas apakah sungai yg ditonjolkan, apakah payung yg anda  pegang atau anda sendiri. Foto profil semacam ini memperlihatkan anda seorang yg tahu privasi & nir ingin orang lain melihat anda atau diri anda secara jelas. Anda mungkin termasuk orang yg sedikit pemalu & pendiam hingga orang lain mengenali anda secara eksklusif. Mungkin pula anda takut diketahui bahwasanya anda gendut atau mengalami operasi lasik yg gagal sehingga anda perlu menutupinya . 3. Foto Close Up Seluruh Wajah Foto jenis ini memperlihatkan paras yg sangat dekat dengan kamera sehingga hampir semua bagian paras terlihat jelas. Kadang muncul pula yg memakai kacamata hitam, namun intinya bagian yg lain nir terlihat, hanya bagian paras. Foto profil berarti anda ingin orang berpikir bahwa anda nir ingin diakui di Facebook, padahal kenyataannya artinya sebaliknya, anda sangat ingin diakui namun anda menyembunyikannya dengan topeng tertentu seperti kacamata hitam & lainnya. Foto profil semacam ini pula menujukkan ketidaksempurnaan anda, seperti muncul jerawat, mata relatif sipit sebelah, & potongan rambut yg nir baik. Hal ini pula mengambarkan bahwa bila dalam satu pesta anda termasuk penyendiri atau senang sendiri bukan alasannya adalah anda nir mau & memproduksi malu, namun lebih kepada dikala anda memulai mendekati orang lain, orang lain tersebut merasa terganggu dengan kehadiran anda. 4. Foto Anda di Waktu Kecil atau Foto Lama Ada pula pengguna Facebook yg memajang foto lamanya, baik dikala masih bayi atau remaja tapi masih hitam putih atau sudah usang sekali atau foto masa kemudian. Jenis foto profil seperti ini menyiratkan bahwa anda menganggap masa kemudian anda masih lebih baik dibandingkan masa kini. Buktinya anda lebih menentukan foto masa kemudian buat ditampilkan dibandingkan foto dikala kini. Anda masih mendengarkan musik yg sama, memakai pakaian yg sama, & mengasihi hal yg masih sama dikala anda masih di sekolah menengah atau kuliah. Mungkin sekali anda sebenarnya nir pernah berubah, anda belum tumbuh poly & menganggap anda lebih baik dikala masih anak dibandingkan dikala kini ini. lima. Foto Hewan Peliharaan Foto binatang peliharaan pula acapkali dipajang di Facebook. Biasanya foto ini hanya menampilkan binatang peliharaan, nir dengan dengan pemiliknya. Arti foto ini tergantung kepada binatang apa yg ditampilkan. Misalnya andai saja kucing berarti anda seorang perempuan jomblo, nir punya pacar, andai saja anjing berarti anda seorang Gay yg jomblo, andai saja ular anda seorang pria remaja atau penyuka death metal, andai saja ikan anda telalu poly menonton The Real World, andai saja lumba-lumba anda memiliki ciri gelandangan, andai saja Hamster anda artinya Richard Gere, andai saja Unicorn anda bagus & andai saja kelinci? Anda orang yg aneh. 6. Foto Keluarga Ciri foto profil ini artinya foto salah satu anggota keluarga tanpa subjek yg sebenarnya, seperti foto bayi atau anak, namun nir muncul ayah atau ibunya. Foto semacam ini memperlihatkan bahwa satu-satunya yg anda peroleh dalam kehidupan dewasa anda artinya memiliki anak. Anda pernah memiliki poly sahabat namun kini seluruh kehidupan anda tercurah buat anak anda, ikut dengan kehidupan anak seperti menonton Dora The Explorer. Namun jangan risi sebagai ayah atau ibu artinya sesuatu yg sangat menakjubkan. 7. Foto Pernikahan Banyak pula pengguna Facebook memakai foto pernikahan mereka sebagai foto profil. Foto seperti ini memperlihatkan bahwa anda ingin berkata kepada semua orang anda sudah dewasa, anda sudah damai & menjalani kehidupan dengan keluarga. Intinya anda sudah menikah, nir mau lagi main-main atau menduakan & nir mau digoda alasannya adalah sudah punya pasangan tetap. Jila Anda menghabiskan sangat poly uang dalam pesta pernikaan, mungkin saja mertua anda membenci anda dikala melihat foto profil tersebut. 8. Foto Ikon berasal Budaya Pop Budaya pop poly melahirkan bintang & orang populer atau ikon seperti selebriti, cover buku, pemusik & lainnnya. Banyak sekali pengguna Facebook yg memakai ikon budaya pop ini sebagai foto profilnya, seperti yg sedang menjamur foto William & Kate Middleton. Arti berasal foto profil seperti ini artinya anda nir memiliki kepribadian sendiri. Anda mendefinisikan diri anda & orang lain sinkron pilihan hiburan nir peduli apakah mereka aktris, pemusik, & lainnya. Mungkin anda membaca review sebuah film di situs tertentu & tertarik dengan karakter tokohnya & mengandaikan anda memiliki kepribadian yg sama dengan tokoh tersebut. Intinya anda nir berkepribadian! 9. Foto Pesta Foto pesta, mampu pula foto dikala merayakan ulang tahun yg liar atau seremoni tertentu acapkali pula dijadikan foto profil di Facebook. Mungkn foto dikala minum minuman beralkohol dengan sahabat anda, menghisap narkoba  dengan-sama & sebagainya. Foto profil seperti ini mendeskripsikan bahwa anda seorang yg masih muda, ndeso, & naif. Anda setidaknya akan dipecat satu kali berasal pekerjaan anda atas apa yg anda posting di Facebook. Suatu waktu anda akan menyesal telah memasang foto tersebut & menggantinya dengan foto pernikahan atau foto anak. Nah foto profil anda di Facebook yg mana?

Thursday, January 4, 2018

Andai Indonesia Tanpa Facebook

Andai Indonesia Tanpa Facebook
Andai Indonesia Tanpa Facebook

Pemerintah Indonesia selangkah lagi mampu memblokir akses facebook (FB) kepada Indonesia. Kementrian Komunikasi serta Informasi (Kominfo) sudah melayangkan Surat Peringatan (SP II) kepada FB berkaitan skandal pencurian data oleh konsultan politik Cambridge Analytica yang berbasis kepada London, Inggris.

Surat yang dilayangkan Kominfo berisi Pemerintah Indonesia meminta perusahaan media sosial terbesar kepada dunia ini menyerahkan yang akan terjadi audit atas skandal  buat pemenangan pemilihan presiden kepada Amerika. Namun, hingga Selasa (10/4), pihak FB belum menyerahkan yang akan terjadi audit dimaksud.

Kemudian pemerintah akan melayangkan SP III dalam waktu dekat. Apabila pulang tidak timbul tanggapan,  maka pemerintah mampu memblokir sementara akses FB kepada Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan juga memblokir akses FB selamanya. Apalagi timbul info data pribadi kurang lebih 1 juta pengguna FB kepada Indonesia bocor ke pihak ketiga.

Sebagai pengguna, saya masih menunggu respon FB serta ketegasan pemerintah dalam menegakkan Peraturan Menteri No. 20/20/2016 ihwal agunan keamanan data pribadi kepada setiap pelaksanaan yang dipakai kepada Indonesia.  Beranikah pemerintah tegas menegakkan aturannya sendiri? Kita tunggu saja...

Andai saja FB betul-betul ditutup aksesnya kepada Indonesia, tentu akan menawarkan dampak yang tidak sedikit bagi para pengguna FB kepada Indonesia. Bagaimanapun teknologi yang dipakai buat kehidupan sehari-hari, menjadi bagian hidup buat berbagai kepentingan, bila tiba-tiba teknologi itu tidak timbul, para pengguna akan merasakan sesuatu yang hilang. Selama ini FB tidak semata-mata platformuntuk membangun interaksi sesama, saling sapa, menjalin pertemanan, maupun media buat aktivitas bisnis. FB juga sudah menjadi entitas politik krusial, menuangkan aktualisasi diri politik, menjadi media penyebar kabar hoaks serta bahkan loka penyemaian paham-paham radikal.  

Lebih Adem

Bagi pengguna yang memanfaatkan FB menjadi media pertemanan, tutupnya akses FB mereka akan merasakan hal yang tidak sama. Selama ini FB menjadi ruang buat menunjukan siapa sebenarnya diri kita.  

Saya pernah menulis sebuah artikel kepada koran Solopos, harian yang terbit kepada Solo, bahwa sesungguhnya media sosial (termasuk FB) artinya "panggung" buat membangun kesan diri atas orang lain. Entah buat memamerkan kesan kaya, pinter, salih, santun, serta kesan-kesan lainnya. Mereka akan melakukan aktivitas kepada FB buat menunjukan kesan yang diinginkan itu. Meskipun dalam kehidupan konkret, mereka tidak misalnya kehidupan yang dipanggungkan itu.

Sangat mungkin mereka akan pindah ke platform sejenis, Instagram (IG) contohnya, menjadi ruang baru buat keberadaan diri. Toh antara FB serta IG secara fungsional tidak jauh tidak sama, meski timbul beda karakter antarkeduanya. Tanpa FB, mereka tetap mampu menyalurkan "syahwat"  buat ngeksis kepada IG serta platformlainnya. Apalagi sekarang poly pengguna FB yang juga pengguna IG. Klop sudah...

Secara atmosfer politik, bila FB tutup akan memberi akibat lebih adem. Sama-sama kita pahami, FB selama ini menjadi loka paling nyaman bagi para petualang politik buat berebut dampak. Di FB juga publik secara konkret terbelah ke dalam "kamar-kamar" dari preferensi politiknya setiap menjelang serta waktu-waktu momen politik krusial berlangsung. 

Pemilihan Presiden  (Pilpres) kepada 2019 pun auranya sudah kita rasakan kepada FB. Pertarungan antara kelompok "ganti presiden" maupun "presiden 2 periode" konkret-konkret menyita perhatian publik. Jila FB tutup, para konsultan politik juga tidak mampu menggunakan data psikografi FB buat kegiatan kampanye. Memanfaatkan data pribadi FB memang cara paling simpel buat memetakan segmentasi politik guna menyusun materi kampanye yang efektif. Tinggal memainkan jari kepada smartphone serta layar komputer, konsultan politik mampu mengharu biru jutaan orang kepada dunia maya, link-linknya mampu berseliweran kepada grup-grup dialog. 

Yang menjadi perhatian saya justru para pengguna FB buat kepentingan mencari nafkah, jualan online, contohnya. Mereka akan terkena akibat secara langsung pemblokiran FB. Mereka bakal kehilangan channel murah buat kepentingan pemasaran, baik menjadi media promosi hingga buat transaksi bisnis. Meski mereka mampu juga beralih ke channel lain buat media berdagang. Namun niscaya mereka akan merasa kehilangan atas platform  yang selama ini mereka gunakan. Bagi pengguna FB buat narsis, saya tidak peduli. Toh tanpa narsis pun mereka tetap mampu hidup wajar (bahkan lebih berkualitas).

Dalam perspektif politik, penutupan FB layak kita syukuri. Hal itu paling tidak akan sedikit menurunkan tensi politik yang terus menegang akhir-akhir ini. Petualang politik juga tidak mampu memanfaatkan data perilaku pengguna FB buat sasaran kampanye politik. Silakan cari cara lain buat berkampanye. Padahal Ketua DPR Bambang Soesatyo sudah mewanti-wanti partai politik mampu menggunakan teknologi big data buat kepentingan pemilu.  

Selama kampanye (atau propaganda?) dilakukan secara elegan, itu bagian berasal proses berdemokrasi yang patut kita harga. Kelompok-kelompok radikal juga tidak mampu lagi memanfaatkan FB buat penyebaran ideologi mereka. Tak timbul kesempatan kepada FB Indonesia buat merekrut "para pengantin" menjadi martir bom bunuh diri.  

Jadi, secara awam tidak timbul hal yang perlu dikhawatirkan terhadap penutupan FB kepada Indonesia. Meski timbul perasaan "kecanduan" sebagian orang terhadap FB, toh hal itu tidak menyangkut hal strategis bagi kehidupan umat insan.  Saya yakin semua tetap akan berjalan secara wajar. Peringatan pemerintah Indonesia kepada FB hendaknya menjadi pintu kritik kepada perusahaan super besar itu. 

Selama ini hubungan perusahaan FB serta user artinya korelasi saling menguntungkan. Pengguna mampu membuka akun FB tanpa harus bayar.

Risikonya kita "menyerahkan" sebagian identitas, perilaku, pandangan serta habit kita kepada perusahaan itu. Pemilik FB lalu menggunakan platform interaksi kepada dunia maya itu menjadi jalan buat mendapatkan profit serta membangun dampak.

Toh demikian, meski FB mampu menguasai data-data krusial milik pengguna, tidak semerta-merta FB mampu memanfaatkannya buat kepentingan dirinya maupun pihak ketiga. Dalam bisnis, kita mengenal etika bisnis. Ada hal-hal tertentu yang bersifat privat yang tidak mampu dipakai seenaknya tanpa seizin si empunya....

So, apa yang perlu dikhawatirkan terhadap penutupan FB? Ah, gak timbul tuh....

Solo, 12 April 2018

Tuesday, January 2, 2018

Algoritma Baru Facebook Bisa Tenggelamkan Berita Hoax

Algoritma Baru Facebook Bisa Tenggelamkan Berita Hoax
Algoritma Baru Facebook Bisa Tenggelamkan Berita Hoax

KOMPAS.com - Banyaknya hoax atau isu palsu di media sosial menjadi perhatian serius banyak pihak. Facebook sendiri memberikan keseriusan itu bersama menggodok sejumlah formula penangkal hoax.

Tindakan terbarunya ialah perubahan algoritma News Feed agar sanggup mendeteksi & memprioritaskan konten yang dipercaya asli sang banyak orang, serta mengabaikan konten yang dipercaya spam atau hoax.

Untuk membentuk pembaruan tersebut, Facebook terlebih dulu mengategorikan berbagai Pages yang seringkali menaruh kabar hoax, artikel bersama judul menipu, atau seringkali menyembunyikan konten unggahannya. Artikel berdasarkan Facebook Pages ini kemudian digunakan menjadi bahan latihan.

Tujuannya agar algoritma Facebook dapat mengenali pola atau identitas pribadi yang digunakan dalam pembuatan kabar hoax dalam akun Facebook Pages tersebut. Pola atau karakteristik khusus itu kemudian didata & dijadikan bahan perbandingan bersama berbagai artikel yang disebarkan di News Feed.

Baca: Lingkaran Setan Situs Hoax & Media Sosial

Berikutnya, sebagaimana dilansir KompasTekno berdasarkan TechCrunch, Kamis (2/2/2017), jika artikel di News Feed tak mempunyai identitas isu palsu sebagaimana dipelajari sang algoritma tersebut, maka artikel itu akan dipromosikan agar dapat dicermati banyak orang.

Sebaliknya, jika mengandung identitas isu palsu, maka artikel tersebut akan dirancang "tenggelam" di linimasa News Feed, menjadi akibatnya tak dicermati banyak orang & disebarkan.

Dengan cara demikian, Facebook berharap isu palsu yang bertebaran di News Feed semakin berkurang & tak menjadi viral.

Sebelumnya, Facebook sempat dituding menjadi satu dari pusat persebaran isu palsu yang menguntungkan & membantu Donald Trump memenangkan Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat.

Raksasa media sosial ini kemudian menanggapinya bersama mengeluarkan agenda penanggulangan isu palsu. Salah satunya ialah bekerja sama bersama organisasi pengecek fakta buat membubuhkan label peringatan pada setiap artikel di News Feed.

Baca: Ikan Tongkol & Hoax Disleksia: Meramu Kebohongan demi Simpati