Monday, January 8, 2018

Apa itu Cambridge Analytica, serta haruskah kita tinggalkan Facebook selamanya

Apa itu Cambridge Analytica, serta haruskah kita tinggalkan Facebook selamanya
Apa itu Cambridge Analytica, dan haruskah kita tinggalkan Facebook selamanya

Facebook ketika ini sedang dirundung perkara akbar. Digadang-gadang menjadi skandal terbesar Facebook selama 14 tahun berdiri, Cambridge Analytica dengan data dari jutaan profil jejaring sosial terbesar tadi untuk mempengaruhi hasil pemilu Presiden AS kepada 2016 lalu.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

Berdasarkan laporan dari The Observer kepada Sabtu (10/3), keliru satu orang yg bertanggung jawab atas perkara ini yakni Christopher Wylie, membeberkan banyak sekali hal yg dilakukannya.

"Kami mengeksploitasi Facebook untuk mengambil jutaan data dari profil mereka. Lali kami membangun model untuk membedah apa yg dapat kami ketahui tentang mereka dan menarget 'iblis' dalam diri mereka. Itulah basis dari mengapa perusahaan (Cambridge Analytica) ini dibangun," sebut Wylie.

Nah, tentu ini adalah hal yg sangat berbahaya. Berbagai data privasi kita dapat dipergunakan untuk mempengaruhi suara politik dari masyarakat, dan akan berimbas akbar ke hasil pemungutan suara yg tentu mencoreng nilai demokrasi.

Lalu, apakah kita harus lari sejauh-jauhnya dari Facebook?

Mari kita pelajari dulu apa itu Cambridge Analytica dan sebesar apa dampaknya.

Apa itu Cambridge Analytica?

Cambridge Analytica adalah sebuah perusahaan loka Christopher Wylie bekerja. Ini adalah perusahaan yg dimiliki oleh milyuner teknologi bernama Robert Mercer. Salah satu jajaran direksinya, sebelum dilantik menjadi penasehat Presiden Trump, adalah Steve Bannon yg pula petinggi di media konservatif Breitbart.

Sejah 2014 silam, Cambridge Analytica berbagi sebuah teknik untuk mendapatkan data Facebook dari kuis kepribadian. Tipe kuis yg memang cukup populer di Facebook ini dikerjakan oleh perusahaan pihak ketiga, yakni Global Science Research. Kuis ini dengan prosedur pemecahan yg secara personal memprofil dan menarget mereka yg berada di usia pemilih. Christopher Wylie, adalah sang maestro di kembaliproyek ini.

Di awal, perusahaan ini membantah apabila mereka 'memanen' data dari Facebook, dan mengaku tidak dengan data Facebook waktu pemilihan presiden 2016 lalu. Dikatakan pula bahwa mereka mematuhi persyaratan Facebook beserta tidak lagi mempunyai data dari Global Science Research selaku pengembang kuis.

Bagaimana cara Cambridge Analytica 'memanen' data dari Facebook?

Tentu, apabila data profil Anda adalah keliru satu yg disalahgunakan, Anda tidak tahu apabila data Anda disalahgunakan. Wylie menyebut bahwa apabila Anda bergaul Facebook beserta seseorang yg dengan perangkat lunak uji kepribadian bernama "thisisyourdigitallife," maka Anda telah berkonsensus beserta Global Science Research untuk mereka mengakses data Anda.

Parahnya, banyak sekali pengguna Facebook di AS dibayar untuk dengan perangkat lunak ini. Tentu akhirnya teman-teman mereka yg dengan perangkat lunak ini akhirnya pula 'terpanen' datanya.

Wylie pula menyebut bahwa data ini diambil oleh Cambridge Analytica dari Global Science Research beserta dalih riset akademik.

Data-data yg dipanen ini termasuk di antaranya adalah apa saja yg Anda like di banyak sekali situs di Facebook. Dengan data yg dibangun dari like ini saja, prosedur pemecahan yg dikembangkan Cambridge Analytica dapat mengetahui banyak sekali hal seperti ras, gender, orientasi seksual, bahkan trauma masa mini dan pula kerentanan terhadap jenis narkoba tertentu.

Hal ini menghasilkan data-data yg cukup valid dan detil dari banyak akun profil di Facebook. Cambridge Analytica pun dapat merancang profil detik sesuai data ini, dan mencocokkannya beserta catatan pemilik. Dengan ini, mereka akan tahu sang calon pemilih ini akan memilih siapa, apabila sesuai beserta tujuan mereka, di mana dalam perkara ini, memilih Trump, tidak ada perkara. Aika mereka cenderung memilih Hillary, mereka akan menghasilkan sistem periklanan yg akan tampil di timeline sang pemilih yg mungkin dapat membarui pandangan mereka untuk memilih Trump.

Seberapa efektif cara 'curang' ini dapat pengaruhi hasil pemilu?

Cukup efektif. Karena, Cambridge Analytica berhasil mencocokkan puluhan juta data Facebook beserta catatan pemilih. Lalu dari situ, mereka menarget pengguna individual beserta "pemasaran personal" untuk membarui pandangan politiknya.

Lalu, haruskah kita menghapus Facebook?

Facebook sendiri secara sadar atau tidak Anda sadari, adalah dunia yg dipenuhi iklan personal. Tentu Anda telah familiar beserta konsep bahwa apabila Anda 'Googling' sesuatu, hal tadi pula akan keluar iklannya di Facebook. Seperti apabila Anda mencari soal fotografi di Google, di Facebook datang-datang banyak iklan soal kamera.

Namun Cambridge Analytica adalah perkara yg tidak selaras. Ini sedikit lebih 'angker' dibanding sekedar pemasaran personal. Cambridge Analytica mengambil data pengguna tanpa konsensus dari sang pemilik data, beserta kata lain, kita tidak tahu menahu akan hal ini.

Untuk menghindari penyalahgunaan data semacam ini, Anda perlu sangat hati-hati beserta 'data permissions' yg selalu muncul waktu Anda terkoneksi beserta perangkat lunak di Facebook. Namun meski Anda melakukannya, Anda masih permanen berisiko waktu keliru satu dari teman Anda ceroboh untuk mengizinkan datanya diakses pihak ketiga. [idc]

No comments:

Post a Comment