Monday, December 25, 2017

Aku Benci Facebook!!!

Aku Benci Facebook!!!
Aku Benci Facebook!!!

17 April 1990

Aku dihadirkan ke planet yg diberi nama Bumi ini sang seorang wanita perkasa nan lemah lembut (?). Seorang wanita yg sejak hari ini & hingga mangkat bahkan setelah matipun akan menjadi wanita yg paling aku cintai. Intinya, hari ini, 17 April 1990 artinya hari aku dilahirkan, hari yg dalam perjalanan hidupku nanti akan ku ulang-ulang setiap tahunnya (selama Allah masih mengizinkanku buat mengulangnya). Intinya : ini tanggal & hari ulang tahunku!!!

17 April 1991-1999

Sampai periode ini, aku tidak pernah tau bila aku mempunyai hari istimewa buat ku ulang setiap memahami. Tepatnya aku tidak pernah ingat, & tidak tau bila hari ini hari dimana aku harus mengulang tahunkan diri, hari ini adalah moment yg paling istimewa kepada mana aku & umumnya semua orang akan mendapatka limpahan ucapan selamat sumber famili, sahabat, & lain-lain. Hari dimana orang-orang akan beramai-ramai mendoakanku mau itu sungguh doa yg tulus atau mungkin hanya sebatas formalitas semata, hmmm entahlah, aku tidak dapat mendeteksinya. Dan yg lebih menyenangkan lagi, hari ini menjadi hari dimana orang-orang akan rela mengambil kantongnya buat memberikankanku sebuah tanda mata menjadi kado hari jadiku, mini memang tapi akan menjadi hal yg sangat dinantikan-tunggu. Lagi-lagi, entah sungguh tulus atau mungkin hanya buat mengharapkan balasan ketika mereka mengulangtahunkan diri (simpel-mudahan aku nir termasuk kedalam golongan orang-orang yg suuzhan). Harusnya aku mengingat bila kepada hari ini tahunku sedang diulang, supaya aku dapat make a wish (katanya celoteh kerennya gitu). Entahlah, mungkin karena aku anak yg tumbuh (mirip pohon) kepada pelosok, hal-hal mirip itu bukanlah sesuatu yg menjadi perhatian kami. Intinya : hingga tahun ini aku tidak kenal yg namanya ulang tahun.

17 April 2000-17 April 2005

Mulai tahun ini aku sudah mulai sadar akan tahun yg harus ku ulang, ketika itu aku dengan seorang temanku (masih sekolah kepada Madrasah Ibtidaiyah) yg kebetulan melihat dunia ini sehari sebelum aku bertukar kado mini-kecilan model : kitab tulis, polpen, pensil, peraut pensil. Tentu saja uang buat membelinya kami sisihkan sumber jajan sehari-hari, tidak seberapa memang tapi itu menjadi kebahagian tersendiri buat kami. Bahkan aku ingat sekali waktu itu dia pernah menghadiahiku sabun batang berwarna hijau tua yg umumnya dipergunakan buat mencuci pakain, ku lihat kepada bagian tengah sabun itu ada tulisan yg berbunyi : Telex (aku harap kalian ingat judul sabun sakti ini, karena dia sangat terkenal kepada jamannya). Sabun itu tentu saja nir dibeli dengan uang yg dia sisihkan sumber uang jajannya, tapi dia ambil sumber stok sabun ibunya, ketika itu sudah mutlak aku sangat kecewa karena sehari sebelum tanggal 17 April aku menghadiahinya sebuah kitab tulis tipis & sebatang pensil (masak Cuma ngasih sabun cuci??). Tapi ketika aku mengingatnya sekarang tentu saja ini menjadi kenangan yg harus & patut buat kepada kenang, ahhh indahnya ketulusan persahabatan masa mini. Apalagi didalam bungkusan kado mini kami selalu terselip sepucuk 2 pucuk surat (yg menghijau mirip pucuk dedaunan) yg berisi perihal doa-doa & Short Message (Service) buat sahabat.

Begitu maupun dengan tahun-tahun selanjutnya, ketika aku melanjutkan sekolah kepada Madrasah Tsanawiyah kepada Banda Aceh. Kado mini yg didalamnya terselip surat-surat yg ditulis sendiri dengan tangannya (gk mungkinkan nulis pake ekspresi??) sang si pemberi kado. Walaupun kepada hakikatnya aku amat sangat menyukai kadonya, tapi surat yg menemani si kado menjadi hal yg paling ku tunggu-tunggu maupun. Intinya : aku bahagia mendapat surat didalam kado ulang tahunku.

17 April 2005-2008

Memasuki masa-masa mengenakan pakaian putih abu-abu (sebelum masuk jangan lupa ketok pintu & beri salam dulu J). Kebiasaan memberi kado beserta surat didalamnya terus berlanjut setiap kali tahun terulang. Yang membuatnya berbeda artinya kadonya, sudah beranjak ke level selanjutnya (karena anda sudah berhasil melewatkan level sebelumnya) akan tetapi tetap ada surat yg masih setia menemani sikado. Yang lucunya, kontemporer kado nir diberikan langsung sang sipemberi kado akan tetapi diletakkan membisu-membisu didalam lemari atau kepada dalam tas. Entah apa modus dibalik semua ini. Wallahualam. Yang krusial kepada dasarnya : ucapan selamat karena Diberi kesempatan buat mengulang tahun masih diucapkan melalui surat & suratnya dapat kusimpan.

17 April 2008-2009

Katanya ini era globalisasi, laju kemajuan teknologi berkembang pesat & padat sepadat pulau jawa (bila nggak nyambung, sila hubungi operator). Akupun masih mengulangkan tahun kepada era ini. Keluar sumber asrama aku sudah dibolehkan mempunyai Henpon (bahasa kerennya telepon genggam). Jadilah segala hal yg menyangkut segala lini kehidupan disampaikan melalui benda mungil ini, termasuk didalamnya ucapan tahun yg diulang berikut denga doa-doanya maupun disampaikan melalui benda ini. Berkurang sudah surat-surat yg dulu membanjiri lemari bukuku, untungnya banjirnya tidak separah banjir bandang kepada Tangse beberapa waktu yg lalu. Tapi tidak dipungkiri, aku bahagia karena setiap malam 17 April mulai pukul 00:00 henponku ini berbunyi mencapai taraf yg paling tinggi, stadium akhir mungkin. Intinya : walaupun jumlah surat yg kuterima tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, aku tetap suka karena setidaknya SMS ucapan selamat ini dapat kusimpan beberapa minggu dalam inbox henponku. Walaupun lambatlaun terpaksa kuhapus maupun karena memori pesan penuh.

17 April 2010-17 April 2011

Menurutku kemajuan teknologi ini sudah hampir tidak waras lagi, diambang ke-edan-an mungkin. Bagaimana mungkin orang kepada belahan kutub utara dapat bekerjasama dengan orang yg berada kepada kutub selatan & kutub-kutub lainnya hanya dengan sebuah jaringan tidak kasat mata yg bernama internet??? Sulit dimasukkan kedalam logika pikiran. Namun begitulah kenyataan yg mau tidak mau harus kita terima dengan lapang dada & hati yg tulus tulus J. Internet & segala perabot yg ada didalamnya (email, Friendster, FB, Twitter, & sebagainya & sebagainya & kawan-kawannya & kawan-kawannya) memang membuatku suka, bahagia berpucuk-pucuk & berbunga-bunga, ini kesempatan besar yg tidak boleh kusia-siakan dimana aku dapat berkeliling dunia tanpa menghabiskan poly waktu & poly uang tentunya hanay dengan mempunyai satu akun Facebook saja. Cukup duduk cantik didepan computer atau laptop yg tersambung dengan jaringan internet, atau hanya dengan mengakses dengan henpon sambil tiduran, fantastis bukan?? Can you imagine how easy this life??.

Namun celakanya, tahun yg ku ulang ketika ini tidak lagi sama mirip tahun-tahun sebelumnya. Tak ada lagi surat sama sekali, henponku pun tidak seringkali lagi berbunyi ketika jarum jam sudah bertengger cantik kepada angka 12:00 malam. Hatiku musnah, pilu, remuk redam. Semua sahabat-temanku mengucapkan selamat & doa-doanyanya cukup melalui satu dari perabot internet : FACEBOOK!!!. Tak ada lagi doa & ucapan berbentuk surat & SMS yg dapat kusimpan & kepada ketika-ketika tertentu akan ku baca ketika aku rindu sahabat-temanku. Ahh globalisasi telah merenggut surat-surat yg seharusnya kuterima setiap tanggal 17 April. Bahkan dia telah menahan SMS yg umumnya terus berdatangan silih berganti seharian hingga memenuhi inbox henponku. Tega nian kau facebook, kau ambil kebahagian yg lelah kun nanti. Aku sudah mengulang tahun sebnyak 21 kali, ini tahun terburuk yg pernah ku ulang, karena tidak satupun surat yg kuterima sumber temn-temanku, hanya ada beberapa SMS yg masuk ke inbox henponku, ketika kubuka akun facebook ku ada beratus ucapan yg tertera cantik kepada dinding akunku. Pupus sudah harapanku buat menyimpan & mengabadikan ucapan selamat & doa-doa sumber temanku setiap tanggal 17 April. Ahh.. globalisasi, kau terlalu kejam. Intinya : Aku benci facebook!!!

No comments:

Post a Comment