
Facebook dipercaya lalai serta gagal mencegah ancaman pengaruh. Tuntutan hukum yang diajukan keluarga Godwin menyorot algoritma serta data mining yang dimiliki Facebook, sebagai akibatnya dari mereka seharusnya Facebook dapat melakukan pencegahan lebih cepat.
Keluarga Godwin mengklaim, pelaku penghilangan nyawa sempat mem-posting beberapa tulisan bersama nada mengancam sebelum kejadian tersebut. Insiden terjadi kepada lepas 16 April 2017 bertepatan bersama hari Paskah kepada Cleveland.
Dalam video yang tersebar, pelaku berada kepada mobil bersama mengeluarkan tutur kasar sembari melakukan video live kepada Facebook. Saat melihat Godwin (74) yang berjalan menuju rumah, pelaku kemudian menepi, serta sempat berdebat bersama korban.
Ia pun menodongkan pistol ke Godwin. Tak beberapa usang suara tembakan terdengar serta korban terkapar berlumur darah. Insiden penembakan tersebut disiarkan lewat Facebook Live. Video tersebut pun sempat viral kepada linimasa Facebook.
Facebook sendiri mengaku baru menghapus video itu 23 menit sesudah menyadari video tersebut tersebar. Dua hari sesudah menembak Godwin, pelaku terlihat kepada Pennsylvania serta menunjuk mengakhiri hidupnya sesudah diburu oleh pihak berwajib.
Atas peristiwa tersebut, Facebook turut menjelaskan bela sungkawa kepada keluarga korban melalui perwakilannya, Natalie Naugle.
"Kami ingin seluruh orang merasa safety menggunakan Facebook, itulah mengapa kami memiliki kebijakan buat melarang ancaman langsung, serangan, ancaman berfokus yang membahayakan publik serta keamanan pribadi serta aktivitas kriminal", ungkapnya.
Ia menambahkan jikalau Facebook sudah menyediakan alat buat melaporkan konten yang melanggar kebijakan Facebook sebagai akibatnya peristiwa semacam itu dapat cepat diketahui buat kemudian dihapus.
Bela sungkawa maupun disampaikan langsung oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Ia maupun menjelaskan jikalau Facebook tidak hanya membisu menyikapi peristiwa tersebut.
"Kami memiliki agenda matang buat produk yang dapat membangun kelompok serta komunitas, membantu membangun lebih banyak berita kepada rakyat, serta membantu komunitas kita tetap safety", terang Zuckerberg sebagaimana KompasTekno rangkum asal USA Today, Jumat (2/2/2018).
Dari tuntutan tersebut, keluarga Godwin meminta ganti rugi seluruh biaya hukum didasarkan anggaran yang berlaku.
Baca maupun : Eks Boss Facebook: Saya Bersalah Ciptakan Pemecah Belah Masyarakat
No comments:
Post a Comment