Friday, November 30, 2018

Tanggapi Surat Kominfo, Facebook Belum Serahkan Hasil Audit

Tanggapi Surat Kominfo, Facebook Belum Serahkan Hasil Audit
Tanggapi Surat Kominfo, Facebook Belum Serahkan Hasil Audit

KOMPAS.com - Pekan kemudian, dalam Kamis (29/4/2018), Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo) balik  melayangkan surat ke Facebook. Ihwalnya artinya meminta klarifikasi & dokumen terkait insiden pencurian 1 juta data pengguna dalam Indonesia.

Kominfo memberikan tenggat selama sepekan buat memenuhi empat poin yang tertera dalam surat tersebut. Hari ini, Kamis (26/4/2018), artinya tanggal jatuh tempo yang ditetapkan.

Menurut Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, Facebook telah membalas surat itu dalam Rabu (25/4/2018) kemarin. Tak dibeberkan secara detil seperti apa surat balasan sumber Facebook, melainkan poin intinya saja, sebagai berikut.

Pertama, Facebook telah melakukan restriksi akses & pemutusan software pihak ketiga sejenis seperti CubeYOU & Aggregate IQ. Facebook jua sedang melakukan investigasi terhadap software pihak ketiga lainnya.

Kedua, proses audit yang dilakukan Facebook masih berjalan & akan membutuhkan waktu. Perkembangan proses audit akan diinformasikan kepada pemerintah.

Selain surat tersebut, aku jua mendapat kabar bahwa ada petinggi Facebook yang akan datang ke Indonesia buat menyebutkan perkembangan lebih lanjut secara pribadi kepada Menkominfo, istilah Semuel via pesan singkat.

Diketahui, implikasi audit Facebook berkali-kali diminta Kominfo dalam beberapa Surat Peringatan yang dikirim sebelumnya. Komisi 1 DPR pun menagih implikasi audit tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa dikala kemudian.

Pasti butuh waktu, ujar perwakilan Facebook Indonesia, tanpa menyebut kisaran waktu yang dibutuhkan.

Menurut Semuel, pemerintah dalam dasarnya berupaya mencegah insiden serupa terulang balik . Untuk menaikkan perhatian rakyat akan isu seperti ini, Semuel sesumbar pihaknya bakal menggencarkan pengenalan terkait bahaya penyalahgunaan data pribadi ke rakyat.

Pemerintah jua mempercepat penyelesaian draft final RUU Perlindungan Data Pribadi buat selanjutnya diserahkan ke DPR, beliau memungkasi.

Baca jua : Pemerintah Kirim 4 Permintaan ke Facebook, Jatuh Tempo 26 April

Tuesday, November 20, 2018

Status Facebook Bisa Ditambahi Warna Background, Begini Caranya

Status Facebook Bisa Ditambahi Warna Background, Begini Caranya
Status Facebook Bisa Ditambahi Warna Background, Begini Caranya

KOMPAS.com - Kotak berisi teks update status dalam Facebook tak melulu harus berwarna putih. Latar belakangnya sekarang dapat diimbuhi beserta aneka warna sehingga tampil lebih bervariasi.

Kemampuan tadi datang-datang muncul dalam pembaruan pelaksanaan mobile Facebook yang disalurkan akhir pekan ini.

Cara memakainya gampang saja. Pengguna nisbi memperbarui pelaksanaan Facebook ke versi terbaru (versi 106.0.0.26.68 buat Android), kemudian mulai menulis sesuatu dalam kolom status (Whats on your mind).

Reska Koko Nistanto/ KOMPAS.com Kolom status dalam pelaksanaan mobile buat Facebook sekarang menampilkan pilihan buat menambah warna latar belakang dalam tulisan pengguna. Aplikasi kemudian akan menampilkan pilihan warna yang dapat dijadikan latar belakang status, berupa bulat-bulat mini dalam bagian bawah mirip dapat dilihat dalam gambar dalam samping.

Total masih ada tujuh macam warna yang dapat dipilih, mulai menurut kuning, gradasi ungu, hingga abu-abu.

Piiihan-pilihan warna tadi agaknya ditujukan buat memperkuat mood dalam status pengguna, entah sedang merasa suka (kuning) atau muram (abu-abu).

Hasil akhirnya tampak sedikit berbeda menurut update status biasa, beserta teks tebal berwarna putih dalam atas background warna berbentuk persegi panjang. Mirip-mirip Path Daily dalam jejaring sosial Path, tapi tanpa gambar.

Pantauan KompasTekno dalam Minggu (18/12/2016), pilihan menambah latar belakang warna dalam kolom status baru tersedia dalam pelaksanaan mobile Facebook buat Android.

Facebook versi iOS & web desktop belum menyisipkan fitur serupa. Pihak Facebook pun tampaknya belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai kemampuan menambah background warna ini.

Baca: 10 Fitur Tersembunyi WhatsApp yang Wajib Diketahui

Thursday, November 8, 2018

Setelah Google, pemerintah tagih Facebook dan Twitter bayar pajak

Setelah Google, pemerintah tagih Facebook dan Twitter bayar pajak
Setelah Google, pemerintah tagih Facebook serta Twitter bayar pajak

Pemerintah tengah gencar melakukan penarikan pajak menurut perusahaan perusahaan besar yg menjalankan bisnisnya kepada Indonesia. Salah satu perusahaan yg dianggap-sebut telah melakukan pembayaran pajak adalah Google Asia Pasific Pte Ltd.

BERITA TERKAIT
Usaha tutup selama Ramadan, wajib pajak tetap diminta laporan
Selamatkan UMKM, Ketua DPR desak e-commerce asing dipajaki
Mulai 2019 turis ke Jepang dipungut pajak Sayonara sebesar Rp 128.700

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv mengatakan sehabis Google, pihaknya kini mulai menilik pembayaran pajak Facebook serta Twitter. Di mana, ke 2 perusahaan berbasis media sosial tadi banyak dipergunakan kepada Indonesia.

"(Pemeriksaan pajak Facebook serta Google) sedang berlangsung. Kalau Yahoo sudah tidak muncul kepada Indonesia. Mereka ini kalah bersaing buat iklan. email masih akan tetapi penghasilan kepada Indonesia sudah tidak muncul. Nomor dua itu FB," ujar Haniv kepada Kantor DJP Pusat, Jakarta, Kamis (30/11).

Haniv mengatakan perusahaan-perusahaan tadi memiliki penghasilan besar kepada Indonesia melalui iklan kepada perangkat lunak. Pajak penghasilan tadi selama ini belum pernah dilaporkan secara gamblang kepada pemerintah.

"PPh penghasilan mereka. Kan mereka muncul penghasilan menurut iklan. Penghasilan pokok iklan jualan yg perangkat lunak," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan salah satu Bentuk Usaha Tetap (BUT) berinisial G telah melakukan pembayaran pajak. BUT berinisial G ini ditengarai sebagai perusahaan Google Asia Pasific Pte Ltd, yg selama ini gencar melakukan perundingan pembayaran pajak bareng pemerintah.

Di mana perusahaan G tadi telah melakukan pembayaran pajak sesuai bareng besaran yg ditetapkan, yg merupakan pelunasan tunggakan pajak tahun 2015. Tak hanya kepada Indonesia, perusahaan ini jua membayar pajak kepada Inggris, India, serta Australia.

"Baru lima menit yg kemudian mereka melakukan pembayaran tertentu menurut Amerika, Singapore baru ke sini. Yang dibayar jenis pajak PPh serta PPN. Jumlah aku tidak bisa mengungkapkan alasannya adalah muncul UU kerahasiaan pasal 34," terperinci Ken. [azz]

Monday, October 29, 2018

Seorang Gadis Palembang Diperkosa Pria yg Dikenalnya di Facebook

Seorang Gadis Palembang
Seorang Gadis Palembang Diperkosa Pria yg Dikenalnya dalam Facebook

PALEMBANG, KOMPAS.com- Seorang gadis dalam Palembang, Sumatera Selatan, diperkosa pria berinisial BH (21) yg dikenalnya dalam Facebook.

Kasus asusila itu terungkap waktu korban dengan keluarganya membuat laporan dalam Polresta Palembang, Selasa (22/lima/2018).

WE menceritakan, awalnya dia serta pelaku sering saling membalas pesan chat dalam Facebook semenjak tiga bulan terakhir.

Merasa telah akrab serta mengetahui pekerjaan pelaku BH menjadi seoarang satpam dalam keliru satu perusahaan, WE memutuskan buat menjalin interaksi asmara meskipun belum bertemu.

Setelah usang saling menjalin asmara dalam global maya, WE serta BH memutuskan buat bertemu dalam keliru satu kawasan hingga korban dipaksa pelaku buat berafiliasi badan.

Dia (pelaku) minta buat bertemu, aku nir tahu jikalau dibawa bawa ke hotel. Di sana dia tertentu mengancam, istilah WE kepada penyidik.

Baca maupun: Tertidur Usai Sahur, Gadis Ini Nyaris Diperkosa Tetangga

WE sempat berusaha melawan namun kalah.

Saya sempat ditampar," ujar korban.

Ibu WE yg mendampingi korban waktu melapor berkata, dia tak menyangka bahwa putrinya itu nekat berbohong buat menemui pelaku. Namun, waktu balik , gadis itu menangis serta mengaku telah diperkosa sang tersangka.

Anak aku ini bilangnya mau ke kawasan merayakan ulang tahun. Tidak tahu kalau dia menemui lelaki itu. Saya nir terima anak aku telah dibuat begini sang tersangka, ujar ibu korban.

Baca maupun: Diduga Diperkosa Tiga Lelaki, Siswi SMP Trauma Berat serta Tak Mau Sekolah

Kepala SPKT Polresta Palembang Iptu Herry berkata, pihaknya akan menindaklanjuti laporan korban. 

Sekarang telah diserahkan ke unit PPA buat dilakukan investigasi serta menangkap pelaku, istilah Herry.

Saturday, October 27, 2018

Sembilan Tahun Saya memakai Facebook, antara Dulu serta Sekarang

Sembilan Tahun Saya memakai Facebook, antara Dulu serta Sekarang
Sembilan Tahun Saya memakai Facebook, antara Dulu & Sekarang

Sebelumnya, terima kasih kepada Facebook (FB) sudah mengingatkan Faceversary saya. Tepat tanggal 16 Maret 2009 saya menciptakan akun di FB. Seumpama anak, usia 9 tahun masih bandel-bandelnya. Masih suka bermain & tak berfikir apa itu hoaks, distopia teknologi, apalagi politik. Pokoknya senang-senang saja.

Dan begitupun sejatinya akun yg dirancang di FB. Dulu, sebuah akun FB berarti menyambung friendship. Dengan interface yg lebih baik & user-friendly sumber Friendster, FB merupakan media persahabatan. Unggah satu tutur atau satu kalimat, maka bejibun komentar sahabat-sahabat. Dahulu mencari sahabat di FB menjadi kebangaan tersendiri. Semakin banyak sahabat, semakin dapat jumawa. Dan saya yakin, jikalau akun orang-orang dahulu lebih orisinal & genuine.

Platform sosial media, seperti FB, setidaknya lebih 'organik'. Komunikasi yg hadir seperti merefleksikan interaksi sosial. Dengan medium global maya, kita mencoba merajut komunikasi. Zuckerberg yg diklaim introvert dapat berkembang menjadi menjadi ekstrovert memakai FB.

Cita-citanya menyatukan para alumni tempatnya kuliah mendatangkan kemanfaatan buat khalayak. Dicetuskannya FB tahun 2008, tidak hanya menyatukan para alumni, akan akan tetapi juga seluruh global. Kini, FB sudah menjadi sang behemoth platform sosmed. 

Dulu, tak banyak warta hoaks yg viral. Tidak nampak memakai nyata isu SARA yg dibawa. Karena FB merupakan dimensi euphoria global siber. FB menjadi wadah buat saling berdiskusi tanpa harus berdebat kusir. Apa yg ramai di FB tak perlu didiseminasi menjadi aksi demo atau persekusi. FB permanen FB tanpa embel-embel politik, agama, & ideologi.

Teman tetaplah bergaul tanpa dipisah agama, partai, pandangan politik bahkan genre-genre. Yang timbul di linimasa saya dulu merupakan sahabat bukan iklan, apalagi warta tanpa kejelasan.

Sekarang, sebuah akun FB tak lebih sumber fungsinya buat connectivity. Facebook yg kini merupakan versi subversif Google memakai sisipan filter bubble, iklan, viralitas, juga hoaks. Semua orang dapat mempunyai lebih sumber satu akun, bahkan ribuan. Komersialisasi kerumunan (buzzing) & menggoreng warta hoaks atau nyata (virality) menjadi awam. FB makin ramai memakai polarisasi ideologi, golongan, & agama. Apalagi deretan iklan yg bersliweran di linimasa yg menjadi polusi fikiran yg begitu subtle. 

Para penikmat FB kini, pungkasnya, orang-orang tua. Berkat FB pun kini banyak orang jadi 'pintar'. Linimasa mereka penuh memakai warta yg sama, serupa, & didasarkan  minat. Faktanya FB kini menjadi penyumbang besar arus warta di internet. Namun yg saya tahu, banyak warta yg kadang rekayasa belaka. Dengan judul bombastis, menyudutkan, & timpang. Posting seperti ini dihiasi banyak sekali like, komen & share. Hebat dari saya. Tapi apa benar ribuan akun ini orisinal atau hanya sekadar kerumunan buzzers?

Mudahnya kini akun FB mencap orang kecebong, buzzer, bahkan kafir. Diskusi di kolom komentar berisi sumpah serapah ala kebun fauna. Banyak yg begitu gampang memuntahkan tutur sekena mulutnya. Entah akun-akun ini dimiliki orang/oknum/kelompok yg sama. Tapi mau tak mau banyak juga sahabat-sahabat FB saya yg orisinal terhanyut dalam bundar setan ini. Seperti modus penjual obat yg berteriak memperlihatkan obatnya mujarab. Lalu rekan-rekannya berpura-pura membeli. Sehingga, yg lainnya pun terpesona buat membeli.

Ah, mungkin ini hanya kisah cinta tak realistis saya tertentu. Karena faktanya, FB pun meraup milyaran dollar sumber akun yg kita buat. Terserah users FB mau dijadikan apa FB. Bagi beberapa orang, masuk akal saja mencari untung di FB, seperti membuka toko online. Namun di sisi lain, ada orang yg mau membayar buat warta hoaks, cyberbully atau sekadar mencari followers. Walau, memang ada genuine relationship di FB. Teman & rekan yg memang mengapresiasi, berinteraksi, & memberi manfaat. Orang-orang yg faham FB bukan sekadar media menyebar kebencian akan akan tetapi mempererat pertemanan.

Artikel saya ihwal Facebook:

Kematian Facebook akan Seperti Friendster
Facebook bukan Lagi Sosmed yg Kita Duga
Ada Bahaya Dibalik Facebook.org

Salam,

Solo, 16 Maret 2018

03:43 pm

Friday, October 19, 2018

Rumitnya Facebook merancang kecerdasan buatan perangi terorisme

Rumitnya Facebook merancang kecerdasan protesis perangi terorisme

Media sosial kerap dijadikan kambing hitam menjadi loka penyebaran konten-konten terorisme. Telebih bila mengusut implikasi survei yang dilakukan oleh Universitas Miami sepanjang 2015 sampai menggunakan 2016, terlihat relatif mencengangkan.

BERITA TERKAIT
Akun palsu FB 'Taj Yasin Maimoen' minta sumbangan buat pesta kemenangan
Akun Facebook Taj Yasin dipalsukan buat minta sumbangan pesta masyarakat
Terbuai janji pernikahan, gadis di Surabaya tertipu laki-laki kenalan di FB

Betapa nir, 106.000 aktivis pro ISIS seluruhnya memakai media umum buat menggempur paham radikalisme. Tak tanggung-tanggung, sebesar 166 grup di media umum yang dipergunakan mereka buat kepentingan membentuk jaringan.

Dari 166 grup di media umum itu, 90.000 pesan terkirim setiap harinya. Pengguna media umum mirip digempur kanan kiri menggunakan liputan-liputan yang pro ISIS.

Nampaknya, ISIS memang paham betul betapa efektifnya media umum ini menjadi alat dakwah. Menyampaikan pandangan-pandangannya buat bisa diterima logika sehat para pengguna media umum. Terutama anak-anak muda.

Setali 3 uang, perusahaan-perusahaan media umum pun jengah menggunakan tuduhan-tuduhan yang selalu menyudutkannya atas nama sarang teroris. Alhasil, mirip Facebook berjibaku menumpas konten-konten yang sarat radikalisme. Tentu, ini demi masa depan perusahaan besutan Mark Zuckerberg.

Segenap perjuangan sudah dilakukan. Berkumpul menggunakan belasan perusahaan teknologi lainnya buat membahas cara terbaik melawan teroris. Namun sayangnya, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ternyata ada banyak dilema yang sangat sulit harus dipecahkan.

Salah satunya merupakan bagaimana mengidentifikasi konten teroris yang jumlahnya relatif mini di platform yang relatif besar mirip Facebook. Ini semacam mencari sebuah kutu. Sulit. Belum lagi menggunakan penyampaian bahasa yang majemuk semakin membuat kusut dilema ini.

Maka, Facebook terpaksa memakai banyak orang buat meninjau konten yang berpotensi melanggar kebijakan serta menghapusnya.

Nampaknya, menjadi perusahaan teknologi, Facebook tidak ingin hanya mengandalkan energi manusia. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan protesis diikutsertakan buat mengatasi dilema ini. Berhasilkah?

Keterlibatan AI ternyata memiliki donasi yang konkret membantu membersihkan kutu-kutu teroris yang melekat di platform milik mereka. Namun bila melihat ke belakang dalam pembuatannnya jua relatif rumit.

Sama rumitnya ketika masa awal membersihkan konten radikalisme. Bagaimana membuat sistem kompeterisasi yang sanggup membaca bila gambar atau teks tadi bermuatan radikalisme.

Sebuah solusi yang ada buat foto nir akan selalu bisa menjadi solusi buat video serta teks. Sebuah solusi yang berhasil buat mengenali ikon teroris dalam sebuah gambar, nir akan selalu bisa membedakan antara teroris yang menaruh foto buat melakukan perekrutan serta sebuah organisasi gosip maupun organisasi gosip yang menaruh foto homogen buat mengedukasi publik, ujar Head of Counterterrorism Policy, Facebook, Brian Fishman.

Seiring menggunakan perkembangan ketika, sejak Juni kemudian, sistem AI yang dikembangkan Facebook dianggap sudah relatif memuaskan. Mereka membicarakan 99 % konten terkait teror ISIS serta Al Qaeda sudah terhapus sendiri sebelum energi manusia turut membantu.

Bahkan sebelum konten tadi diunggah di blog ini. Kami melakukan hal ini melalui penggunaan sistem otomatis mirip pencocokoan foto serta video serta pembelajaran mesin berbasis teks. Begitu kami menemukan konten teror, kami menghapus 83 % salinan postingan dalam ketika satu jam setelah konten itu diunggah, jelasnya.

Kendati begitu, menerapkan penggunaan AI buat kontraterorisme tidaklah sesederhana itu. Tergantung pada tekniknya, diharapkan dokumentasi database menggunakan hati-hati atau meminta kode data manusia buat melatih mesin.

Sebuah sistem yang didesain buat menemukan konten dari satu gerombolan teroris langsung mungkin nir akan sanggup dipergunakan buat gerombolan lainnya karena adanya perbedaan bahasa serta gaya dalam propaganda mereka. [idc]

Saturday, October 13, 2018

Ramai skandal Facebook, begini cara lindungi data online Anda

Ramai skandal Facebook,
Ramai skandal Facebook, begini cara lindungi data online Enda

Dalam ramainya keliru satu skandal terbesar Facebook berupa pengambilan secara ilegal jutaan data sang Cambridge Analytica, rakyat beramai-ramai buat tanggal dari Facebook. Bahkan secara mayapada, tagar #DeleteFacebook menggema di jejaring sosial Twitter.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

Memang menghapus Facebook artinya cara paling mudah dan aman agar data kita nir disalahgunakan. Namun Enda bisa melakukan beberapa hal buat memproteksi data online dan berita privasi Enda di jagat internet.

Cegah Facebook buat membagi data Enda

Mungkin menghapus atau deactivate Facebook artinya opsi yg nir ingin Enda lakukan. Namun Enda harus berhati-hati bersama berbagai perangkat lunak yg telah Enda login lewat Facebook selama bertahun-tahun menggunakan Facebook. Mungkin Enda nir sadar, namun poly perangkat lunak yg memberi opsi "masuk bersama Facebook" yg benar-benar mudah, ketimbang memasukkan username dan password.

Hal ini nisbi berbahaya alasannya pengguna tak jarang tak menyadari bahwa nisbi poly perangkat lunak pihak ketiga yg bersama mudah bisa mengakses data personal Enda.

Enda bisa melakukan pembersihan, bersama masuk halaman perangkat lunak di akun Facebook Enda di hidangan setting, dan Enda bisa tertentu lihat perangkat lunak apa saja yg terkoneksi bersama akun Enda. Enda bisa mengarah perangkat lunak apa yg ingin Enda hapus.

Enda maupun bisa buat mematikan akses dari perangkat lunak yg Enda nir hapus bersama mematikan menandakan cawang di berita seperti ulang tahun Enda, kota kawasan tinggal, atau pandangan politik.

Menghapus Facebook

Aika cara ini terlalu rumit, atau Enda memang telah tak ingin menggunakan Facebook lagi, Enda bisa menghapus akun Enda atau opsi deactivate.

Facebook mempunyai halaman khusus buat menuntun Enda mematikan akun Enda. Namun Enda nir akan bisa mengaktifkan balik  akun Enda atau mengakses konten atau berita apapun yg Enda bagikan di masa kemudian.

Proses menghapus data Enda pun maupun memakan waktu, jadi proses menghapus Facebook sebenarnya relatif dipersulit sendiri sang Facebook.

Facebook sendiri dalam halaman Help mereka menulis bahwa "mungkin dibutuhkan waktu hingga 90 hari semenjak awal proses penghapusan buat menghapus semua hal yg telah Enda poskan, seperti foto Enda, pembaruan status, atau data lain yg disimpan dalam sistem backup."

Ada maupun opo deactivate atau menonaktifkan akun andai celoteh suatu ketika ingin mengaksesnya lagi. Opsi ini bisa ditemukan di hidangan Settings, kemudian Manage Account.

Data-data Facebook Enda sendiri bisa Enda unduh sendiri bersama melakukan Unduh Salinan Data Facebook Enda, lewat Setting, kemudian General. [idc]

Thursday, October 11, 2018

Rahasia kenapa Facebook didominasi rona biru

Rahasia kenapa Facebook didominasi rona biru
Rahasia kenapa Facebook didominasi warna biru

Tentunya tak terdapat yg sempat terpikir kenapa Facebook didominasi warna biru. Berikut penjelasannya.

BERITA TERKAIT
Akun palsu FB 'Taj Yasin Maimoen' minta sumbangan untuk pesta kemenangan
Akun Facebook Taj Yasin dipalsukan untuk minta sumbangan pesta rakyat
Terbuai janji pernikahan, gadis dalam Surabaya tertipu pria kenalan dalam FB

Sampai sekarang, belum terdapat satu jejaring sosial pun yg sanggup ungguli perolehan pengguna yg dimiliki Facebook. Banyak fitur & fasilitas unik sekaligus menarik digelontorkan oleh Facebook untuk manjakan penggunanya.

Namun, terdapat satu pertanyaan, kenapa Facebook lebih didominasi warna biru, selain warna dasar putih?

Ternyata yg membentuk Mark Zuckerberg memutuskan untuk memakai warna biru sebagai warna secara umum dikuasai dalam blog buatannya tersebut lantaran beliau buta warna.

Seperti dikutip dari Newyorker (09/2010), dikala beliau menjalani test mata, beliau mendapati bahwa matanya kesulitan untuk melihat paduan warna merah & hijau. Dia hanya dapat melihat warna biru saja.

Oleh karenanya, beliau beranggapan bahwa biru adalah warna yg bergerak maju & dapat diaplikasikan hampir memakai semua warna.

Selain itu, dari tulisan dalam Fast Company (06/05), dari penelitian, warna yg paling disukai baik oleh perempuan atau pria adalah biru.

Biru menawarkan satu warna yg terkesan tenang & lebih dapat 'menawarkan diri' seandainya bertemu memakai warna lainnya. Bahkan untuk underline atau link sebuah URL dalam internet, warna yg biasa ditemui adalah mayoritas biru.

Oleh karenanya, pertanyaan kenapa biru menjadi warna secara umum dikuasai dalam Facebook, jawabannya lantaran Zuck buta warna & warna biru lebih secara umum dikuasai sekaligus bergerak maju dibandingkan memakai warna lainnya. [das]

Tuesday, October 9, 2018

Puluhan juta data penggunanya bocor, pendiri Facebook diam seribu bahasa

Puluhan juta data penggunanya bocor, pendiri Facebook diam seribu bahasa
Puluhan juta data penggunanya bocor, pendiri Facebook membisu seribu bahasa

Baru-baru ini ramai diberitakan bahwa data dari 50 juta pengguna Facebook bocor. Menanggapi tuduhan tadi, pendiri jejaring sosial berlogo 'F' - Mark Zuckerberg masih bungkam hingga waktu ini. Bahkan pihaknya telah dipanggil buat melakukan investigasi, nilai sahamnya anjlok. Meski telah terdapat aksi kampanye dalam media umum buat #DeleteFacebook, Zuck masih membisu seribu bahasa.

BERITA TERKAIT
Hasil SBMPTN diumumkan hari ini!
Pembaruan skema buat para pensiun PNS akan meringankan APBN
Misteri kembalinya Nining setelah 1,lima tahun hilang

Mengutip page The Guardian, Rabu (21/3/2018), saham Facebook anjlok 6,77 persen setelah kabar tadi tersebar. Nilai valuasi perusahaan pun turun higga USD 36 miliar (setara bersama Rp 495 triliun) seiring bersama kekhawatiran investor atas problem kebocoran data yang menimpa Facebook.

Tak hanya itu, nilai kekayaan Mark Zuckerberg maupun turun sebanyak USD 6,06 miliar atau setara Rp 83,3 triliun.

Raksasa media umum dari Negeri Paman Sam itu mengumumkan bahwa mereka akan memakai jasa perusahaan digital forensik buat melakukan audit terhadap Chambridge Analytica buat menentukan apakah perusahaan tadi masih mempunyai salinan data yang bersangkutan atau tidak.

Menurut Facebook, Information Commissioner Office inggris justru meminta orang-orang dari perusahaan digital forensik bernama Stroz Friedberg itu buat pergi dari kantor Chambridge Analytica dalam Inggris sehingga pihak berwenang dapat melakukan penyelidikan sendiri.

The Observer melaporkan bahwa perusahaan bernama Global Science Research (GSR) telah memanen puluhan juta profil pengguna Facebook & menjual datanya ke Chambridge Analytica.

Di mana Zuckerberg?
Menurut laporan The New York Times, Chambridge Analytica masih mempunyai data-data tadi. Kendati begitu, Chambridge Analytica menyangkal bahwa mereka mengetahui kalau data tadi akan digunakan tidak sebagaimana mestinya.

"Aika data tadi masih terdapat, tentunya hal ini menyalahi kebijakan Facebook & itu adalah pelanggaran yang tidak dapat diterima," kata Facebook dalam pernyataannya.

Anggota parlemen AS pun telah memerintahkan orang nomor satu dalam Facebook itu buat menawarkan kesaksian atas pelanggaran data ini. Zuck--begitu karib disapa, diminta buat menawarkan jawaban detail atas problem ini hingga 13 April.

"Ini saatnya Mark Zuckerberg berhenti bersembunyi dalam balik page Facebook-nya," kata Perwakilan Senat Damian Collins.

Collins maupun mencuit, "Investigasi ini perlu dilakukan oleh pihak berwenang."

Tidak hanya itu, pertanyaan soal eksistensi Mark Zuckerberg maupun terus digaungkan dalam jejaring sosial Twitter bersama tagar #WheresZuck alias "Dimana Mark Zuckerberg" terkait bersama perilaku bungkam Zuckerberg.

Kebocoran Data dalam Facebook
Perusahaan analisis data, Cambridge Analytica (CA), dilaporkan terlibat dalam skandal besar kebocoran data puluhan juta pengguna Facebook.

Perusahaan yang pernah bekerja bersama tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, itu dituding memakai jutaan data buat membentuk sebuah program software yang hebat sehingga dapat memprediksi & memengaruhi pemilihan bunyi.

Dilansir The Guardian, Selasa (20/3/2018), seseorang whistleblower bernama Christopher Wylie, mengungkapkan kepada Observer The Guardian, bagaimana CA memakai keterangan personal diambil tanpa biar dalam awal 2014 buat membangun sebuah sistem yang dapat memproduksi profil pemilih individual AS.

Hal ini dilakukan buat menargetkan mereka bersama iklan politik yang telah dipersonalisasi. CA sendiri merupakan perusahaan yang dimiliki oleh miliarder Robert Mercer & dalam waktu itu dimpimpin oleh penasihat utama Trump, Steve Bannon.

"Kami mengekspolitasi Facebook & "memanen" jutaan profil orang-orang. Kami membentuk banyak sekali model buat mengeksploitasi apa yang kami tahu mengenai mereka & menargetkan 'isi hati' mereka. Itulah dasar holistik perusahaan dibangun," ungkap Wylie.

Terjerat Skandal Kebocoran Data
Dokumen yang dilihat Observer & dikonfirmasi oleh pernyataan Facebook, memperlihatkan bahwa perusahaan dalam akhir 2015 mengetahui terdapat kebocoran data yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, Facebook waktu itu gagal memperingatkan para pengguna, kemudian hanya melakukan sedikit upaya buat memulihkan & mengamankan keterangan lebih dari 50 juta penggunanya.

Menurut laporan New York Times, salinan pengambilan data buat CA masih dapat ditemukan dalam internet. Tim media tadi, maupun dilaporkan melihat beberapa data mentah.

Seluruh data dikumpulkan melalui sebuah pelaksanaan bernama thisisyourdigitallife, yang dirancang oleh akademisi Aleksander Kogan, terpisah dari pekerjaannya dalam Cambridge University.

Melalui perusahaannya, Global Science Research (GSR) berkolaborasi bersama CA, membentuk seratus ribu lebih pengguna dibayar buat menjalani pengujian kepribadian & menyetujui data mereka diambil buat kepentingan akademis.

Selain itu, pelaksanaan maupun mengumpulkan keterangan dari test-taker sahabat-sahabat dalam Facebook, yang menyebabkan akumulasi puluhan juta data.

Kebijakan platform Facebook hanya mengizinkan pengumpulan data sahabat-sahabat buat mempertinggi pengalaman pengguna dalam aplikasinya, & dilarang buat dijual atau digunakan buat iklan.

Selain dugaan keterlibatan skandal media umum CA dalam Pilpres AS, perusahaan & Facebook menjadi fokus penyelidikan terkait data & politik oleh British Information Commissioner's Office. Secara terpisah, Electoral Commision maupun menilik peran CA dalam referendum Uni Eropa.

Sumber: Liputan6.com [ega]

Sunday, October 7, 2018

Pro serta Kontra Facebook

Pro serta Kontra Facebook
Pro & Kontra Facebook

Facebook merupakan salah satu jejaring sosial yangbertujuan buat memudahkan komunikasi antar individu. Facebook hanya diperbolehkan bagi mereka yang berusia di atas 17tahun keatas. Namun dalam kenyataannya,banyak anak-anak yang masih duduk dibangku SMP bahkan SD sudah memiliki akun facebook. Sudah pasti ketika belajarpun akan tersita hanya buat bermain facebook. Jila orang tua kurang teliti menyampaikan fasilitas seperti hp,I pad, bahkan laptop atau computer,maka anak akan memakai fasilitas secara berlebihan. Dan anak bias memakai dalam hal positif maupun negative.

Siapa saja yang berkecibung didunia maya,akan melupakan kehidupan nyatanya buat membuat kehidupan mayapada mayanya. Mengenal orang-orang didunia maya yang sehoby bareng kita,satu pemikiran,& sejalan bareng pendapat,hal itu sama halnya bareng menemukan keluarga baru didunia maya. Ada diantara mereka yang aktif didunia maya,mencicipi teman-teman mayapada maya lebih bias mengerti & lebih seringkali membangun mereka tersenyum. Bercanda,sharing antar hoby,hingga curhat pun akan terasa nyaman,fun, & lebih enjoy walaupun tak pernah bertemu sebelumnya,karna mereka saling support satu sama lain. Inilah kedamaian bias didapatkan didunia maya.

Namun terdapat PRO pasti terdapat KONTRA. Jila kita bertemu bareng mereka yang tak sepaham bareng kita,sanggup tercipta perselisihan antar penghuni mayapada maya. Perbedaan hoby,kesukaan,bahkan kepercayaan sanggup memicu pertengkaran dalam bentuk adu komentar dalam bahasa kasarironis sekali. Salah satu hal yang memancing perselisihan didunia maya adanya fanpage(fp) ANTI. Banyaknya fp anti di facebook yang berserakan seperti sampah sudah menjadi hiasan kotor didunia maya. Dari fp anti seniman,grup band,anime,tayangan tv,penyanyi,hingga kepercayaan & politik pun tiap ketika diperdebatkan didunia maya. Orang yang membangun fp anti merupakan mereka yang melihat sisi negative berdasarkan apa yang di-anti-kan. Sejauh ini fp anti hanya memancing kontroversi,kerusuhan & perselisihan. Fp anti ibarat magnet,yang sanggup menarik perhatian bagi mereka yang PROuntuk mengelak & menentang statement-statement berdasarkan mereka yang KONTRA,lalu terjadilah kerusuhan mayapada maya. Bukankah fp anti hanya buat mereka yang kontra? Lalu mengapa mereka yang pro wajib tiba kef p anti buat membalas penghinaan? Padahal setiap orang memiliki hoby masing-masing ,& punya hal yang tak disukai pula. Beginikah cara anak zaman sekarang menyelesaikan kasus berdasarkan factor disparitas?

Meminta mereka buat menyelesaikan bareng musyawarah tampaknya tak praktis. Untuk membangun suatu perubahan wajib dimulai berdasarkan diri sendiri. Namun fp anti akan berdampak positif apabila pengurus fp (admin) berniat baik & agak bijak dalam bertindak. Berniat buat memperbaiki yang di anggap jelek bareng membangun fp anti yang bertujuan saling sharing pendapat.memberi masukan yang bersifat membangun,bukan menjatuhkan. Mempunyai etika dalam berbahasa supaya berkesan peduli & memiliki jiwa perbaikkan.

Namun banyak fp anti yang didirikan hanya buat mencari perhatian & sebatas iseng didunia maya.

Fanpage anti saya buat hanya buat memancing antara mereka yang pro & kontra supaya saling beradu pendapat. Membaca komentar mereka yang saling menyalahkan,sama-sama merasa betul, & berujung saling mencaci,itu pemandangan yang sangat lucu hingga buatku tertawa lepas. Apapun status yang ku postingkan di fp itu tak selalu serius. Karna membangun fp anti sekedar main-main & penghilang penat. Ujar Sholeh salah satu temanku yang mendirikan fp anti di facebook.

Banyak anak dibawah umur yang bermain facebook,& bila mereka menemukan fp anti melihat pemandangan yang sangat pengap didunia maya,membaca status atau komentar yang berbau bahasa kasar tingkat tinggi,akan membawa yang akan terjadi dalam si anak. Ia sanggup terbawa arus adu komentaruntuk membela siapa yang dianggapnya betul.Jila sang anak dipihak kontre,mengetahui apa yang Ia suka dihina & di anti kan, maka beliau pun akan ikut-ikutan menilai hal itu bareng segala pemikiran yang negative. Dia akan terbentuk menjadi seorang anak yang tak sanggup menghargai sesuatu yang beliau tak suka.

Andaikan seluruh orang berfikir bahwa antara pro & kontra bukanlah suatu alasan buat saling membenci & berselisih,akan tetapi buat mencari jalan keluar antara pertarungan yang terjadi,& saling bertukar pikiran serta terbentuklah jiwa buat sanggup menghargai sesuatu. Maka berdasarkan itu kiprah orang tua sangat vital buat membangun karakter anak. Bekal iman,kecerdasan emosional serta motorik sanga vital ditanamkan dalam anak usia dini. Agar anak sanggup menentukan & membedakan mana yang betul & salah, mana yang wajib diikuti & dihindari,serta tak terpengaruh dalam lingkungannya di mayapada nyata maupun mayapada maya yang beliau hadapi.

Facebook sanggup menjadi loka mencari hiburan,ilmu,maupun musuh. Maka pintar-pintarlah mengelola akun facebook. Jangan hingga ketika kita terbuang hanya untukmengurusi hal yang tak vital didunia maya. Tempatkan diri kita setara bareng orang-orang berilmu,yang punya pemikiran luas,yang sanggup memperbaiki sesuatu yang salah,bukan ikut kedalam jurang kesalahan.

Friday, October 5, 2018

Postingan Facebook Bisa Dibagikan Langsung ke WhatsApp

Postingan Facebook Bisa Dibagikan Langsung ke WhatsApp
Postingan Facebook Bisa Dibagikan Langsung ke WhatsApp

KOMPAS.com - Facebook dikabarkan sedang menguji coba fitur buat Facebook mobile. Fitur yg dimaksud bakal memudahkan pengguna membagikan postingan Facebook ke platform pesan instan, WhatsApp.

Saat resmi dirilis nanti, pengguna nisbi mengklik tombol " share" (bagikan) yg berada di bawah postingan Facebook. Akan ada tiga opsi yg mampu dipilih, yakni " Share now" (bagikan kini), "Write post" (tulis postingan), & "Send in WhatsApp" (kirim ke WhatsApp).

Dengan begitu, pengguna tak wajib mengirim tautan sumber postingan Facebook ke WhatsApp buat membagikan kiriman, nisbi memanfaatkan tombol opsi kepada tombol "bagikan" saja. Fitur ini seperti beserta opsi "bagikan ke WhatsApp" yg banyak ditemukan di banyak situs web.

Facebook belum resmi mengumumkan adanya fitur ini. Namun dilansir KompasTekno sumber Gadgets Now, Senin (21/5/2018), beberapa pengguna Facebook beta mengaku menerima fitur tersebut di pelaksanaan Facebook mobile mereka.

Baca jua: Video Instagram & Facebook Bisa Diputar Langsung di WhatsApp

Besar kemungkinannya Facebook menarget pengguna urusan ekonomi. Produk-produk yg terpajang di Facebook Marketplace, bakal lebih praktis dibagikan ke WhatsApp ke depannya.

Facebook & "anaknya" memang dilaporkan sedang menambah beberapa fitur baru secara terencana di pelaksanaan mobile, guna mempermudah para pebisnis yg memanfaatkan platform digital.

Di WhatsApp Business perangkat Android contohnya, WhatsApp menambahkan fitur "Chats Filters" yg membantu admin lebih cepat kepada mencari pesan tertentu.

Admin nisbi mengetuk search bar buat mencari pesan yg dimaksud. Fitur serupa jua ditemukan di Instagram yg mempermudah para pebisnis buat chatting ke pelanggan utamanya.

Wednesday, October 3, 2018

Polri Anggap Facebook Kurang Kooperatif Terkait Konten Radikal serta Hoaks

Polri Anggap Facebook
Polri Anggap Facebook Kurang Kooperatif Terkait Konten Radikal & Hoaks

JAKARTA, KOMPAS.com  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, polisi mengklarifikasi sejumlah hal kepada Facebook Indonesia dalam investigasi di Bareskrim Polri, Rabu (18/4/2018).

Selain soal bocornya data 1 juta pengguna, Facebook juga diklarifikasi soal penanganan terhadap konten-konten negatif yg menyebar di platform media sosial itu.

Selama ini, ungkap Setyo, Polri kesulitan meminta Facebook menyaring konten misalnya itu.

"Selama ini Facebook juga kurang bekerja sama. Kalau kami minta buat kolaborasi bareng Facebook, lama," ujar Setyo di Kompleks Mabes Polri, Rabu.

Baca juga: Facebook Tak Janji Audit Bocornya Data Pengguna Bisa Selesai dalam Sebulan

Sementara konten tersebut telah telanjur menyebar luas. Konten yg dimaksud berkaitan bareng gerakan radikal & ujaran kebencian hingga hoaks.

Salah satu misalnya, muncul akun bernama Divisi Humas Polres Surakarta. Akun tersebut bukan berisi konten-konten kegiatan berasal Polres Surakarta, melainkan dipakai buat menyebar konten hoaks & ujaran kebencian.

"Isinya konten-konten negatif semua. Itu kami minta di-take down saja tiga hari baru turun," ungkap Setyo.

Oleh karenanya, Setyo menduga Facebook sulit diajak bekerja sama. Sebab, ungkap beliau, Facebook memakai parameter di Amerika Serikat.

Baca juga: Diperiksa lima Jam, Ini yg Disampaikan Perwakilan Facebook ke Bareskrim

Bika berdasarkan mereka tidak menyalahi aturan aturan di sana, tidak ditindak.

"Facebook wajib menghormati norma istiadat di Indonesia. Itu yg wajib dipahami karena beliau dapat keuntungan poly di sini. Jadi, beliau tidak boleh menafikan itu," ungkap Setyo.

Sebelumnya diberitakan, data 1 juta pengguna Indonesia masuk dalam total data 87 juta pengguna Facebook dunia yg dipegang Cambridge Analytica (CA).

Di Komisi I, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari berdalih bahwa tidak muncul kebocoran data. Menurut Ruben, insiden CA artinya bentuk pelanggaran kepercayaan berasal pihak ketiga, dalam hal ini pengembang pelaksanaan kuis kepribadian bernama Kogan.

"Tak muncul pihak ketiga yg menembus sistem Facebook atau berhasil lolos berasal perangkat pengamanan data yg kami miliki. Kejadian ini artinya bentuk pelanggaran kepercayaan & kegagalan kami melindungi data pengguna, kami mohon maaf atas kejadian tersebut," ungkap Ruben.

Baca juga: Penyalah Guna Data 50 Juta Akun Facebook Bikin Mata Uang Digital

Pernyataan tersebut sontak mendapat kritikan berasal jajaran anggota Komisi I DPR yg menghadiri kedap.

Anggota berasal Fraksi PDI-P, Evita Nursanty, menilai Facebook Indonesia defensif & mencoba melimpahkan kelalaian mereka terhadap pihak lain.

"Bagaimanapun ini tanggung jawab Facebook. Kok, tampaknya Facebook membela diri & tidak mengaku keliru," ujarnya.

Andreas Pareira berasal Fraksi PDI-P mengatakan, narasi yg dibangun Facebook cenderung ingin berkelit & mengamankan diri.

"Facebook tidak boleh mengamankan diri berasal masalah ini. Bahasanya terlalu teknis, menggampangkan masalah," ungkap Andreas.

"Seakan Kogan ini saja yg melanggar, padahal Facebook yg membiarkan adanya celah bagi orang-orang misalnya Kogan ini. Sama sekali tidak muncul perlindungan data pengguna," lanjutnya.

Monday, October 1, 2018

Perwakilan Facebook Indonesia batal bertemu DPR hari ini

Perwakilan Facebook Indonesia batal bertemu DPR hari ini
Perwakilan Facebook Indonesia batal bertemu DPR hari ini

Pertemuan antara Facebook Indonesia menggunakan komisi I DPR RI, dikabarkan ditunda. Hal itu dibenarkan sang anggota Komisi I DPR RI, Sukamta.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

"Iya, benar ditunda," terang Sukamta kepada merdeka.com melalui pesan singkat, Rabu (11/4).

Menurutnya, penundaan itu alasannya faktor teknis. Sayangnya, beliau tidak mengungkapkan faktor teknis yg dimaksudkan.

"Faktor teknis saja," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, rendezvous komisi I DPR RI menggunakan perwakilan Facebook Indonesia, direncanakan pada Selasa pekan depan.

"Ditunda ke tanggal 17 April 2018," ungkap beliau.

Sebagaimana diketahui, rendezvous antara komisi I DPR RI menggunakan Facebook akan dilakukan pada hari ini, Rabu (11/4). Pertemuan itu akan membahas ihwal dugaan kebocoran 1 juta data pengguna Facebook di Indonesia.

Pada hari ini juga, pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg tengah dimintai pertanggungjawabannya di hadapan parlemen AS. Dihadapan para senator yg hadir, Zuckerberg eksklusif diberondong aneka macam macam pertanyaan selama 5 jam terkait privasi serta penggunaan data Facebook.

Sebelumnya, sesuai siaran pers Facebook, Rabu (4/4), mereka mengakui bahwa masih timbul 87 juta data yg dimungkinkan disalahgunakan sang CA.

Dari 87 juta data yg kebobolan, sebagian akbar artinya pengguna Facebook sumber Amerika Serikat atau lebih kurang 81,6 % data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, timbul beberapa negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yg disalahgunakan. Sekitar 1,3 % sumber 87 juta. Di atas Indonesia, timbul Filipina yg kemungkinan akbar penyalahgunaan data pengguna sumber negeri itu lebih kurang 1,4 %. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brazil, Vietnam, serta Australia. [idc]

Saturday, September 29, 2018

Periksa serta Amankan Akun Facebook Knda Sekali Lagi

Periksa serta Amankan
Periksa dan Amankan Akun Facebook Anda Sekali Lagi

[caption id="attachment_181699" align="aligncenter" width="409" caption="windowsera.com"][/caption]

Masalah itu ada lagi, akun Facebook beberapa teman pulang dikerjain orang usil. Masalah klasik yang selalu saja berulang. Saya gak tau mau memulainya darimana, takut sok tau juga masalah beginian.  Namun mungkin bisa di share sedikit sejauh yang saya tau, siapa tau ada yang bisa nambahin lagi nantinya.

Untuk sampai dalam kesimpulan, mengapa Facebook kita diusilin mungkin masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda-beda.  Namun ada beberapa hal yang dapat saya catat sepanjang memakai Facebook.

Masalah Spammer dan Phishing

Yang paling tak sporadis ngerjain para pengguna adalah ulah spammer dan phishing. Entah mengapa, mungkin karena pesan sponsornya sangat menggiurkan.

Untuk mengetahui apa itu spammer dan phishing anda bisa membaca penjelasan ilmiahnya melalui Wikipedia maupun Facebook sendiri . Secara gampang spammer dapat diartikan sebagai pesan yang gak diinginkan, bisa melalaui email, chatting atau jenis messenger lainnya, Spammer umumnya mengirimkan pesan yang menarik perhatian disertai tautan atau link. Tautan ini akan diarahkan dalam sebuah halaman "palsu", clickjacking atau bisa juga mengakibatkan pengguna mendownload sebuah script, software atau sejenisnya yang disisipi virus, spyware,  malware atau yang lainnya yang tentunya dapat membahayakan sistem, data dan keamanan   personal komputer.

Tautan untuk menuju halaman palsu dapat dinamakan phishing.  Pesan atau tautan ini umumnya berupa iklan yang mendorong anda untuk melihat suatu video atau produk atau hal yang lain yang memang sengaja untuk menghasilkan pengguna tergiur untuk klik.

Oleh karena itu tak sporadis diingatkan "think before you click", misalnya tulisan saya yang berjudul "Hindari Penipuan: Berpikir dan Periksa Dulu Sebelum Anda Klik!!", dalam tulisan tersebut saya menyampaikan tips sederhana supaya anda berhati-hati sebelum klik  sebuah  tautan "aneh" yang belum diketahui sebelumnya. Misalnya saja untuk Facebook, anda harus paham sahih bahwa seluruh tautan Facebook selalu memiliki format url www.facebook.com. Kadang alamat ini dikamuflase mejadi wwwfacebook.com, www-facebook.com, securefacebook.com dan lain sebagainya. Begitu juga beserta situs-situs bank online yang tak sporadis dipakai sebagai sasaran penipuan lainnya. Apabila anda mendapat link atau tautan aneh tersebut janganlah anda klik. Untuk memilih sahih gaknya, dekatkan pointer mouse dalam tautan tersebut kemudian liat alamatnya di pojok kanan bawah atau kiri browser. Atau anda dapat klik kanan tautan tersebut, kemudian pilih copy link. Pastekan dalam notepad untuk mempelajari url nya. Atau ada juga alternatif untuk mempelajari seluruh url atau ip melalui https://www.surbl.org/surbl-analysis, dalam alamat ini surbl akan mempelajari apakah tautan tersebut berbahaya atau gak.

Sebagai model, coba dekatkan pointer mouse dalam link ini https://www.facebook.com/duitgratis kemudian lihat alamat sebenarnya di pojok kiri/kanan bawah browser anda.

Tergiur Aplikasi atau Layanan Page Berbahaya di Facebook

Banyak pengguna Facebook kadang gak menyadari ketika sebuah perangkat lunak Facebook ditawarkan untuk dipasang dalam profile atau fan page pengguna. Sebelum perangkat lunak dipasang,  umumnya  pengguna diberikan peringatan untuk menyetujui apakah berita akun Facenooknya diijinkan untuk dibaca sang pihak ketga yaitu pemilik perangkat lunak itu sendiri. Kadang pengguna gak menyadarinya, tanpa membaca beserta detil, langsung saja mengizikan informasinya diambil begitu saja.

Untuk layanan page palsu, Katakan saja dalam halaman page ini https://www.facebook.com/pages/ACCOUNT-RECOVERY-INFORMATION/114521065297290. Sepintas terlihat misalnya page resmi Facebook. Didalamnya menyediakan beberapa link yang menggoda, seolah-olah pemilik page dapat membantu pengguna Facebook untuk mengatasi masalah akun mereka. Pada page ini masih ada  tautan yang berbahaya. Untung saja beberapa diantaranya sudah diblokir sang Facebook  yang bekerjasama beserta www.surbl.org.

Settingan Akun Facebook Kurang Aman

Beberapa teman tak sporadis bertanya apa gunanya memferivikasi no HP atau security question melalui Facebook. Rupanya poly dari mereka gak peduli tentang hal ini, padahal dalam saat memiliki masalah beserta akun Facebook, justeru  berita ini sangat krusial untuk me-recovery akun Facebook.

Saya berikan satu model saja bagaimana seseorang dapat mengambil alih akun kita secara sederhana  (mecobanya menjadi resiko anda sendiri)

Ketika si usil ingin ngerjain temannya, secara sederhana dia menyusupi beberapa akun Facebook dalam akun yang ditargetkan.
Atau beserta alternatif, si usil tersebut menghasilkan akun baru beserta nama yang sekitar sama beserta akun sasaran untuk melakukan tindakan berikutnya.
Setelah seluruh disiapkan, dia kemudian memilih fasilitas recovery akun melalui https://www.facebook.com/recover.php
Setelah berita akun sasaran yang diminta dimasukan (contohnya alamat facebook atau email), si usil akan mengakui bahwa itulah akun dia yang akan di-recovery
Tahap berikutnya si usil sebenarnya dapat mengajukan permohonan reset password, akan tetapi dia sadar bahwa email dan no hp yang dipasang adalah bukan miliknya. Oleh karena itu dia akan memilih link  "No longer have access to these?"
Setelah link tersebut dipilih, si usil akan memasukan alamat email baru yang sudah dipersiapkannya.
Setelah alamat email dimasukan, ada 2 kemungkinan yang akan dipilihnya. Pertama  memasukan security question atau memilih pemulihan password melalui tiga orang teman yang dikenalnya (langkah 1) atau berpura-pura menjadi pemilik akun orisinal (langkah 2) beserta memilih beberapa teman pemilik akun orisinal secara acak.
Kalau pilihan memasukan security question, maka si usil akan mencatat terlebih dahulu sebelum bertindak lebih lanjut. Dia akan melakukan kuesioner berita terkait pemilik akun yang orisinal. Misalnya untuk mengetahui dimana kota kelahiran  pemilik akun orisinal, si usil dapat mencarinya melalui blog, timeline atau sumber berita lainnya tentang pemilik akun orisinal. Setelah mendapatkan berita yang dibutuhkan, si usil akan mengulangi langkah-langkah diatas sekali lagi hingga bisa menembus security question yang ada.
Kalau pilihannya adalah mencari 3 orang teman yang dikenal, maka si usil akan berusaha mencari nama 3 akun yang disusupinya. Kalau gak menemukan (Facebook umumnya mengacak nama yang dipilih) maka dia akan memilih secara acak beberapa akun lain kemudian menghubungi mereka beserta memakai akun palsu dalam langkah ke 2 di atas. Apabila seluruh infromasi didapatnya maka si usil siap menunggu konfirmasi berikutnya.
Untuk langkah 8 atau 9, umumnya Facebook menyampaikan waktu 24 jam supaya dapat mengakses akun sasaran. Apabila selama 24 jam pemilik akun orisinal gak menyadarinya maka dapat dipastikan si usil dapat mengakses akunya beserta kondusif. Perlu diingat seluruh proses di atas gak menyampaikan notifikasi kepada pengguna orisinal termasuk melalui email.

Dari beberapa penjelasan di atas, mungkin ada dapat menarik kesimpulan sendiri, seberapa pentingnya sebuah security question. Apabila anda memang menyadarinya dan sudah membuatnya, pertanyaan berikutnya apakah security question tersebut dapat beserta gampang dicari sang orang lain? Oleh sebab itu usahakan security question dibuat sedemikian rupa supaya gak gampang diketahui. Misalnya, "apakah masakan kesukaan anda?" berikan jawaban "batu", "kursi" atau jawaban lain yang gak gampang terpikirkan sang orang lain.

Untuk membatalkan apa yang dilakukan sang si usil tersebut, pertanyaanya apakah pengguna orisinal pulang mengakses Facebook-nya kurang dari 24 atau lebih ? Kalau saja kurang dari 24 jam, maka pengguna orisinal dapat membatalkan seluruh proses yang dilakukan sang si usil. Namun jikalau lebih dari 24 jam maka salah satu tautan penyelemat adalah https://www.facebook.com/hacked , melalalui tautan ini anda dapat memberitahukan Facebook tentang akun anda yang diambil alih orang lain. Biasanya Facebook akan meminta anda memasukan password usang yang sebelumnya anda gunakan. Perlu diingat seluruh sejarah password yang pernah anda pakai masih tersimpan dalam database Facebook. Dengan pilihan ini anda akan dituntun untuk mengambil ulang facebook anda dan dalam proses tersebut Facebook anda akan dilock.

Untuk melaporkan akun anda yang sudah dirubah si usil, anda dapat mengisi juga form ini atau ini

Langkah Pengamanan

Untuk langkah pengamanan tambahan selain beberapa catatan diatas usahakan anda mengamankan akun Facebook anda beserta beberapa langkah pengaman beriku ini,

Update security akun anda melalui link ini https://www.facebook.com/update_security_info.php masukan password anda sekali lagi kemudian tambahkan perubahan yang ada hingga akun anda berstatus high protection (di sebelah kanan atass ditujukan beserta indikator rona hijau)
Amankan email yang digunakan untuk akun Facebook anda, email ini sangat krusial sekali untuk me-recovery masalah akun anda, karena Facebook masih menyimpan seluruh history penggunaan Facebook melalui email anda tersebut walaupun dalam saat ini Facebook anda sudah diganti beserta  alamat email si usil bin jahil. Oleh sebab itu gunakan juga  cara pengamanan email beserta memakai security question dan pemulihan password melalui HP.
Gunakan secure browsing https untuk membuka Facebook anda. AktifkanAccount > Account Security > Security, Secure Browsing.
Hidupkan Notifikasi Login supaya anda dapat mengetahui akun anda digunakan melalui divice/perangkat yang berbeda. Untuk menghidupkannya anda cukup klik tautan iniSecurity Settings (Account > Account Security > Security). Pilihh  Login Notifications (edit), berikan indikasi check dalam jenis notifikasi yang diinginkan. Anda dapat memilih memilih text messenger akan tetapi anda perlu ferivikasi no HP anda terlebih dahulu. Setelah anda memberi indikasi check, klik save untuk mengakhiri.
Kalo masih merasa kurang, aktifkan Login Approvals. Langkah ini adalah fitur keamanan yang mirip beserta Login Pemberitahuan, akan tetapi beserta langkah keamanan tambahan. Dengan Persetujuan Login, setiap kali anda mencoba mengakses akun Facebook anda dari perangkat yang belum diakui (model: personal komputer atau ponsel anda yang belum ditandai dan disimpan ke akun Facebook), anda harus memasukkan kode keamanan yang dikirim Facebookk ke ponsel Anda. Untuk menghidupkannya silahkan pilih  Security Settings page (Account > Account Security > Security), klik  Login Approvals (edit), berikan indikasi check dalam pilihan yan ada, kemudian save.
Langkah pengamanan lainnya, pergunakan email dan Facebook anda beserta kondusif apalagi memakai layanan publik  internet misalnya di warnet atau memakai wi-fi gratisan.
Buatlah password beserta kombinasi, hurup akbar dan hurup kecil, angka dan beberapa karakter khusus. Misalnya  Akun***Saya2012. Simpan berita akun anda beserta baik jangan dibagikan kepada orang lain.

Semoga memiliki kegunaan

Thursday, September 27, 2018

Perbedaan Facebook & Instagram Dulu & Sekarang

Perbedaan Facebook & Instagram Dulu & Sekarang
Perbedaan Facebook & Instagram Dulu serta Sekarang

[caption caption="Ilustrasi"][/caption]Setiap orang niscaya mengenal kedua media sosial ini tidak terkecuali aku juga sangat menggemari semenjak aku mungil,akan tetapi kian tahun media sosial ini perkembangannya jauh lebih beda berikut aku mencoba melakukan pengamatan ,eksklusif saja.

1.Facebook atau nama populernya FB,siapa sih yang nggak mengenal blog facebook bagi pengguna internet & netizen,FB mulai terkenal ketika Friendster mulai redup alias gulung tikar(padahal friendster lebih unyu mampu pilih-pilih tema),Lanjut !sebuah komunitas sosial ini melejit di era 2007-an,jujur saja gue mulai ngegunain facebook tahun 2009 dimana ketika itu fitur-fitur masih belum canggih serta simple, alasan gue bikin FB alasannya terdapat komunitas gamers yang dapat dijumpai di grup FB,ya semacam Fanpage, Jaman dulu Iklan-iklan masih sedikit bahkan untuk pengguna baru jarang menjumpai,untuk mengakses internet facebook agar tampak luas serta menikmati fitur-fiturnya gue perlu membayar goceng di warnet (warung internet), cita rasanya nyaman nyaman aja makai facebook apalagi aplikasi gamenya yang menarik utamanya,terlihat anggun manisnya memakai facebook ketika terdapat sahabat online niscaya kita iseng iseng melakukan aktivitas chat.

Meskipun sahabat kita hanya dapat dihitung, lama kelamaan pengguna facebook utamanya di Indonesia mulai banyak serta merebak luas hal itu menciptakan orang indonesia sebagai sosialita, pengoperasiannya pun mulai gampang kini mampu menggunakan android beserta paket data yang menjangkau dimana mana,semakin simpel akses media ini,sepertinya FB mulai kehilangan fungsi statusnya sebagai komunitas sosial yang berkonten positif,pergi ke jaman kini,entah kenapa FB sebagai berubah kita banyak bergaul di fb namun kita tidak mau mengucapkan "say hello", tidak sama jaman dahulu bila kenal baru di invite ataupun diterima,melihat isi facebook jauh semakin memburuk dimana aneka macam terdapat link-link palsu yang sengaja dibuat untuk kepentingan pribadi/menipu,konten-konten provokatif yang disebarkan sang pengguna seolah olah menuai kebencian terhadap seseorang,cita rasanya facebook kini semakin terpuruk,lalu di era 2010an timbul-lah Instagram.

2. Instagram nama terkenalnya ialah IG,dimana kita mampu liat eksklusif foto pengguna yang teranyar atau news broh..,ya sebelum terdapat android,sepertinya aplikasi IG sudah terdapat di Iphone,karna kini gadget harganya jauh lebih murah,500ribu saja kita sudah mampu membawa HP baru,seluruh orang memiliki IG,awalnya konten kontenya berisikan bagus,pemandangan banyak yang diposting-posting menciptakan mata gue pergi fresh,tidak hanya itu saja IG juga menyuguhkan kita mengupload video berdurasi pendek yang berisikan banyolan,juga klise alam,lama kelamaan di IG terdapat banyak konten yang menurun kalo kasus parno biasa hahha,cuman kini sepertinya jaman mulai terbalik gue melihat pengguna upload foto mereka di ekspresikan beserta gaya nggak jelas,tidur dijalan,mall,toko apalah lalu nutupin anunya pakai kardus,lalu parahnya tukeran antara baju laki laki serta wanita,keren sih keren cuman tidak seperti itu caranya agar terlihat tenar,bayangin aja pemuda Indonesia yang dulu berwibawa kini kok jadi berubah.

Mari kita menggunakan media sosial tepat pada manfaatnya beserta mengisi konten yang positif,salam.

ig:paskalislian

Tuesday, September 25, 2018

Penjelasan Facebook soal kebocoran data pengguna belum kentara

Penjelasan Facebook soal kebocoran data pengguna belum kentara
Penjelasan Facebook soal kebocoran data pengguna belum terperinci

Merdeka.com Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kurang puas terhadap penjelasan Facebook ihwal kebocoran data pengguna di Indonesia. Ada dua hal yg dievaluasi belum dijawab beserta tuntas.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

Pertama, tindakan yg dilakukan Facebook terhadap bentuk keterangan dan cara pemberitahuan penyalahgunaan data pengguna menjadi bentuk early warning pada platform Facebook. Kedua, potensi penyalahgunaan data pengguna yg selaiknya diketahui pengguna.

Facebook wajib mematuhi legislasi atau regulasi yg berlaku di Indonesia. Maka, Kemkominfo membutuhkan penjelasan ihwal struktur tanggung jawab di Facebook ketika terjadi penyalahgunaan atau diciderainya data tertentu pengguna dari Indonesia, demikian siaran pers Kemkominfo yg diterima Merdeka.com, Jumat (13/4).

Baca maupun: Cara mengetahui data tertentu di Facebook dicuri atau tidak

Terlepas dari belum tuntasnya Facebook menjawab dua pertanyaan dari pemerintah, Kemkominfo mengatakan cukup mengapresiasi surat balasan dari Facebook. Surat tadi disampaikan sang Kepala Perlindungan Data dari Facebook Irlandia melalui email.

Dalam surat tadi, pihaknya mengatakan bahwa Facebook telah melakukan langkah-langkah krusial di antaranya audit terhadap kebocoran data tertentu pengguna, meskipun dampak audit tadi belum disampaikan secara rinci.

Kemudian, menyampaikan rincian keterangan ihwal akses pihak ketiga terhadap data user pass log in pada perangkat lunak Cambridge Analytica (CA). Lalu, Facebook menyatakan telah melakukan update kebijakan dan perubahan fitur yg memungkinkan pihak ketiga dengan data tertentu pengguna.

Kemkominfo mengapresiasi respons Facebook atas surat peringatan yg diberikan dan harapan buat membantu secara sukarela. Meskipun belum semua keterangan yg diminta sang Pemerintah Indonesia dipenuhi pada surat jawaban, tulisnya.

Kemkominfo sendiri, telah melayangkan hukuman administrasi bagi Facebook berupa hukuman teguran lisan dan tertulis pada bentuk Surat Peringatan (SP). Sejauh ini, pemerintah telah melayangkan SP ke 2 buat Facebook, lantaran pemerintah masih menemukan adanya perangkat lunak yg serupa CA, yakni CubeYou dan AgregateIQ. [ita]

Sunday, September 23, 2018

Penipuan Bermodus Akun Facebook

Penipuan Bermodus Akun Facebook
Penipuan Bermodus Akun Facebook

Penipuan memang kerapkali terjadi dalam kurang lebih kita, baik via sms, telepon atau social media lainnya. Dan sesudah beberapa kali masyarakat dihebohkan bareng dilema "mama minta pulsa" baru-baru ini masyarakat pergi dihebohkan bareng adanya hacker-hacker Facebook yang mengembangkan website-website porno. Baik dalam wall serta dalam grup. Namun hacker tidak hanya dengan facebook buat mengembangkan website porno, akan tetapi lebih menurut itu itu yakni melakukan penipuan bareng modus minta transfer uang.

Melalui akun facebook, si hacker mengembangkan modus kejahatan. Hal ini jua yang terjadi dalam penulis tadi malam (07- Maret -2016). Modus menurut penipuan ini sangat praktis serta sangat meyakinkan sebagai akibatnya poly orang yang tertipu. Entah darimana si penipu atau hacker memulai modus kejahatannya akan tetapi kronologi penipuannya sebagai berikut:

Pertama, sahabat aku meminta email serta password aku melalui akun langsung facebook messenger bareng alasan mau covering Fb. Karena aku mengira itu artinya sahabat kelas aku, maka aku berikan password serta email aku.

Melalui akun sahabat kelas aku, hacker meminta email serta password sahabat aku yang lain buat melanjutkan misinya

Kedua, sesudah mengetahui password serta email aku maka hacker masuk ke fb aku serta merubah password sebagai akibatnya aku tidak dapat log in. Apabila hacker telah merubah password maka hacker mengirimkan pesan ke sahabat-sahabat fb aku serta meminta transfer uang. Hacker pun memilih sahabat fb yang pernah chat bareng aku sebagai akibatnya mengetahui panggilan serta cara menulis aku buat sungguh meyakinkan sahabat fb aku.

Teman aku dimintai transfer melalui akun aku yang telah dihack

Selain meminta transfer uang melalui akun aku, hacker juga meminta email serta password ke sahabat-sahabat aku serta mengulang modus penipuannya. Hal ini terus berlanjut serta entah telah berapa poly makan korban. Sampai saat ini, telah tiga orang yang melapor bahwa dimintai transfer menurut akun aku serta 1 orang yang melapor dimintai email serta password yang kemudian menjadi korban selanjutnya seperti aku. Dan akun facebook aku saat ini masih dalam masa pemulihan, semoga dapat diakses pergi.

 Jenis penipuan seperti ini kemungkinan telah usang terjadi. Namun alasannya adalah kurang beredar luasnya berita tentang hacker seperti ini maka masih poly yang menjadi korban. Bapak menurut keliru seorang sahabat aku telah menjadi korban penipuan transfer. Oleh karenanya, marilah kita sama-sama saling mengingatkan akan penipuan jenis ini supaya dapat cepat teratasi. Semoga kita permanen berada dalam lindungan Allah S.W.T. serta semoga penipu juga hacker ini mendapatkan hidayah buat mencafi rezeki dalam jalan Allah. Dan semoga sang pelaku dapat ditindak layaknya pelaku "mama minta pulsa". yatiyani

Friday, September 21, 2018

Pengguna Facebook di Tengah Skandal, Mati Satu Tumbuh Seribu

Pengguna Facebook di Tengah Skandal, Mati Satu Tumbuh Seribu
Pengguna Facebook di Tengah Skandal, Mati Satu Tumbuh Seribu

KOMPAS.com - Meski diterpa liputan pencurian data pengguna, Facebook masih menjadi andalan netizen buat berjejaring online. Setidaknya begitu yang tampak pada laporan performa Facebook kuartal pertama (Q1) 2018.

Dalam tiga bulan pertama, Facebook berhasil menambah 48 juta pengguna aktif harian alias daily active user (DAU). Saat ini ada 1,45 miliar orang yang online di Facebook setiap harinya.

Angka itu naik 3,42 % menurut tahun lalu. Bahkan, pertumbuhannya pula lebih signifikan daripada kuartal sebelumnya (Q4 2017) yang cuma bertumbuh 2,18 %.

Padahal, kampanye #deleteFacebook sempat bergelora saat insiden pencurian data pengguna pertama kali terungkap pada Maret 2018. Kala itu ada penurunan 700.000 pengguna di Amerika Serikat & Kanada.

Mati satu tumbuh seribu, Facebook nyatanya bisa meraup lebih banyak pengguna. Bika dipandang per bulan atau monthly active user (MAU), Facebook meraup 70 juta pengguna baru menjadi 2,2 miliar.

Kontribusi menurut MAU & DAU tersebut memberikan ada pertumbuhan pengguna sebanyak 13 % menurut tahun ke tahun, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (1/lima/2018), menurut TechCrunch.

Meski menghadapi tantangan yang berat, komunitas & usaha kami tetap kuat di awal 2018. Kami terus memperluas pandangan & tanggung jawab buat memastikan bahwa layanan kami dipakai buat kebaikan, kata pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Kami pula wajib terus menyebarkan tool baru buat membantu orang-orang terkoneksi, memperkuat komunitas kami, & membawa seluruh orang agar lebih dekat, dia menambahkan.

Pendapatan Facebook menurut iklan pada Q1 2018 bertumbuh menjadi 11,97 miliar dollar AS atau setara Rp 166 triliun. Angka itu melebihi prediksi para pakar yang berkisar 11,41 miliar dollar AS atau Rp 158 triliun.

Baca pula : Ini Ciri-karakteristik Akun Facebook yang Dicuri, 1 Juta Orang Indonesia Terdampak

Wednesday, September 19, 2018

Pengguna Aktif Bulanan Facebook Sentuh Angka 2 Miliar

Pengguna Aktif Bulanan Facebook Sentuh Angka 2 Miliar
Pengguna Aktif Bulanan Facebook Sentuh Angka dua Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Setelah 13 tahun diluncurkan & kurang berasal lima tahun mengantongi 1 miliar pengguna, kini Facebook mempunyai dua miliar pengguna aktif bulanan.

Founder sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, membicarakan pencapaian ini melalui akun Facebook miliknya. Ia berkata bahwa perusahaan sudah berhasil menghasilkan kemajuan yg mampu menghubungkan global. Demikian seperti dilansir TechCrunch, Rabu (28/6/2017).

"Sampai pagi ini, komunitas Facebook sekarang resmi dua miliar orang! Kami menghasilkan kemajuan yg menghubungkan global, & sekarang ayo kita mendekatkan global. Merupakan suatu kehormatan buat berada dalam perjalanan ini bersamamu," tulis Zuck, sapaan akrabnya.

Setiap hari, lebih berasal 175 juta orang membuatkan hati atau love, & secara homogen-homogen 800 juta orang menyukai sesuatu kepada Facebook. Setiap bulan, lebih berasal 1 miliar orang memakai Grup.

Pencapaian ini menghasilkan Facebook menjadi pelaksanaan sosial terbesar dalam hal pengguna yg melakukan log-in, jauh kepada atas YouTube yg masih 1,lima miliar pengguna, WeChat dengan 889 juta pengguna, Twitter 328 juta, & Snapchat yg diperkirakan 255 juta pengguna (data rasio berasal Desember 2015 saat mempunyai 110 juta pengguna aktif harian & 170 juta pengguna aktif bulanan).

Di luar YouTube, hanya pelaksanaan milik Facebook yg mempunyai lebih berasal satu miliar pengguna, termasuk WhatsApp & Facebook Messenger (masing-masing 1,dua miliar). Instagram tampaknya akan mengekor menjadi pelaksanaan sosial terbesar karena yg mutakhir meroket dengan mengantongi 700 juta pengguna.

Untuk merayakan pencapaian tadi, Facebook meluncurkan fitur Video Personal. Kamu mampu melihat video personal kepada News Feed engkau sendiri atau dengan mengunjungi www.facebook.com/goodaddsup.

Setelah engkau menyampaikan reaksi kepada unggahan teman dengan menunjukan hati, selesainya mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman atau menghasilkan sebuah gerombolan, engkau akan melihat sebuah pesan kepada News Feed sebagai ucapan terima kasih.

(Isk/Ysl)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Monday, September 17, 2018

Pendiri WhatsApp serukan hapus Facebook

Pendiri WhatsApp serukan hapus Facebook
Pendiri WhatsApp serukan hapus Facebook

Salah satu mantan pendiri Facebook, Brian Acton mengajak masyarakat buat ramai-ramai menghapus software Facebook. Sebabnya, platform media umum tadi diduga menyalahgunakan data privasi pengguna setelah bekerja sama dengan firma analisa data.

BERITA TERKAIT
Akun palsu FB 'Taj Yasin Maimoen' minta sumbangan buat pesta kemenangan
Akun Facebook Taj Yasin dipalsukan buat minta sumbangan pesta rakyat
52 perusahaan teknologi menikmati data pengguna Facebook

Acton yg meninggalkan perusahaan Facebook.inc, September tahun kemudian & mendirikan software pesan lintas platform, WhatsApp, itu menyuarakan ajakannya lewat media umum Twitter tertentu.

"Sudah saatnya #menghapusFacebook," tulisnya seperti dikutip dari halaman Market Watch, Rabu (21/3).

Acton tak menyampaikan komentar tambahan wacana pernyataannya tadi, meski para netizen menyampaikan aneka macam macam reaksi. Akun Facebook Acton pun masih bisa diakses beberapa jam setelah ia mengunggah ciutan tadi, tetapi kini telah dinonaktifkan.

Aksi yg dilakukan Acton merujuk pada sebuah gerakan protes secara daring. Facebook diduga mengungkap data tertentu 50 juta penggunanya kepada perusahaan analisa data Cambridge Analytica selama masa kampanye presiden Amerika Serikat 2016.

Sementara itu, Acton & rekannya Jan Koum menjual WhatsApp ke Facebook pada tahun 2014 seharga USD 22 miliar. Acton mendapatkan USD 3 miliar dalam konvensi itu. Menurut Forbes, kekayaan bersih Acton waktu ini mencapai USD 5,5 miliar.

Setelah keluar dari Facebook & menjual WhatsApp, Acton mendirikan layanan pesan daring lain yaitu, Signal. Signal menawarkan enkripsi dalam layanan pesannya sehingga jejak percakapan tak bisa diawasi oleh pemerintah. [did]

Saturday, September 15, 2018

Pendiri WhatsApp Ajak Netizen buat Hapus Facebook

Pendiri WhatsApp Ajak Netizen buat Hapus Facebook
Pendiri WhatsApp Ajak Netizen buat Hapus Facebook

KOMPAS.com Facebook tengah dilanda badai krisis kepercayaan selesainya 50 juta data akun penggunanya dinyatakan bocor ke pihak yg tidak berhak. Skandal ini menerima perhatian poly pihak, galat satunya mantan pendiri WhatsApp yg menyerukan ajakan "menghapus Facebook".

Melalui akun Twitter-nya, Brian Acton menuliskan tagar #DeleteFacebook (hapus Facebook). Kemudian tagar tersebut dibicarakan & dalam-retweet oleh lebih dari 1.800 pengguna Twitter.

It is time. #deletefacebook
Brian Acton (@brianacton) March 20, 2018
Brian Acton merupakan galat satu pendiri WhatsApp yg bekerja menggunakan Jan Koum menyebarkan software ini. Brian sempat bekerja selama kurang lebih empat tahun selesainya WhatsApp diakuisisi Facebook.

Ia kemudian meninggalkan Facebook & mendirikan software pesan instan melalui Signal Foundation sekitar enam bulan kemudian.

Baca jua: Pendiri WhatsApp: Lamaran Kerja Saya Ditolak Facebook

Dilansir KompasTekno dari Cnet, Rabu (21/3/2018), pria yg dikenal telah lama berkecimpung dalam bidang enkripsi & privasi data ini tidak menjelaskan secara rinci alasannya menuliskan tagar tersebut. Meski sangat kentara, tagar ini herbi skandal bocornya 50 juta data pengguna Facebook.

Publik memang tengah menyoroti perkara keamanan data pengguna Facebook. Pasalnya, keamanan privasi ini selalu sebagai info yg hangat & terus digembar-gemborkan dalam era serba digital ini.

Beberapa hari kemudian terungkap muncul sebanyak 50 juta data personal pengguna Facebook dicuri & disimpan oleh firma analisis data, Cambridge Analytica. (Baca jua: Cambridge Analytica Disebut Curi Data 50 Juta Pengguna Facebook)

Bukan cuma itu, data pengguna Facebook jua muncul dalam file Strategic Communications Laboratories (SCL). Keduanya merupakan perusahaan yg saling bekerjasama.

Dikutip dari Bloomberg, pendiri Facebook Mark Zuckerberg berkata, Cambridge Analytica menerima data tersebut melalui pengembang software pihak ketiga. Perusahaan pihak ketiga tersebut memanen data dari 50 juta pengguna tanpa izin.

Dari 50 juta data pengguna Facebook yg berceceran dalam tangan pihak ketiga, 30 juta dalam antaranya telah lengkap buat memetakan seseorang. Aika telah begitu, privasi pengguna tak lagi sebagai privasi.

Karena skandal ini, saham Facebook dilaporkan anjlok 6,77 persen selesainya kabar kebocoran tersebut tersebar. Nilai valuasi perusahaan pun turun sampai 36 miliar dollar AS (setara menggunakan Rp 495 triliun) seiring menggunakan kekhawatiran investor atas perkara kebocoran data yg menimpa Facebook.

Baca jua : Christopher Wylie, Mahasiswa Pengungkap Kebocoran Data Pengguna Facebook

Thursday, September 13, 2018

Pendiri Apple ucapkan selamat tinggal dalam Facebook

Pendiri Apple ucapkan selamat tinggal dalam Facebook
Pendiri Apple ucapkan selamat tinggal kepada Facebook

Kebocoran data 87 juta pengguna Facebook sungguh sulit dianggap. Insiden tersebut terperinci menyalahi aturan yang menciptakan Facebook sekarang banyak diserang.

BERITA TERKAIT
Apple Developer Academy buktikan anak belia RI bertalenta di bidang teknologi
Menuju industri 4.0, anak belia digembleng jadi pengembang pelaksanaan
Berguru ke markas Apple, Andika ingin bantu Indonesia di bidang teknologi

Salah seorang yang sungguh pakar teknologi mengucapkan selamat tinggal kepada jejaring sosial. Adalah satu dari pendiri Apple Computer yang dulu bekerja dengan Steve Jobs, Stve Wozniak.

Dikutip asal USA Today (8/4), The Woz (sebutan Wozniak) mengungkapkan bahwa pihaknya prihatin dengan cara Facebook & perusahaan sejenis lainnya yang secara sembrono dengan data pribadi yang didapatkan asal pelanggan.

Orang yang meninggalkan Apple kepada tahun 1985 tersebut jua berkata bahwa dia lebih suka membayar buat Facebook & tidak memiliki perusahaan yang mengumpulkan data pribadi & menjalankan iklan. Pekan lalu, COO Facebook, Sherly Sandberg berkata bahwa jikalau pengguna jejaring sosial ingin keluar asal tampilan iklan berbasis data, mereka wajib membayar buat layanan tersebut.

Wozniak sebenarnya sangat mendukung komentar CEO Apple - Tim Cook bahwa perusahaannya tidak akan pernah terlibat dalam skandal misalnya Facebook lantaran Apple tidak menjadikan pelanggannya menjadi produk.

"Apple mengeluarkan uangnya asal produk cantik. Bukan asal pengguna. Sepertinya yang mereka (Facebook) katakan, bahwa pengguna artinya produk mereka," ujar The Woz.

"Pengguna memberikan setiap detail kehidupan mereka ke Facebook, &... Facebook memproduksi banyak uang iklan asal itu. Keuntungan semuanya berdasarkanpada info pengguna, tetapi para pengguna tidak mendapatkan keuntungan sama sekali," lanjut Wozniak.

CEO Facebook mark Zuckerberg memiliki minggu yang berat. Pada hari Selasa, dia akan bersaksi di depan sidang dengan komite pengadilan & perdagangan Senat. Keesokan harinya, Zuck akan berbicara di depan komite tenaga & perdagangan DPR. Juga, kepada hari Rabu, boikot Facebook 24 jam & pelaksanaan WhatsApp serta Instagram akan dimulai dengan kampanye bernama Operation Faceblock. [ega]

Tuesday, September 11, 2018

Pemerintah balik layangkan surat ke Facebook, minta klarifikasi penyalahgunaan data

Pemerintah balik
Pemerintah pulang layangkan surat ke Facebook, minta penjelasan penyalahgunaan data

Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo) melalui Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) pulang mengirimkan surat kepada Facebook. Surat tadi terkait permintaan penjelasan serta dokumen terhadap penyalahgunaan data pengguna Facebook Indonesia.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

Hal tadi pun dibenarkan oleh Plt Kepala Humas, Noor Izza. Menurutnya, surat tadi sudah dikirimkan kepada hari ini, Kamis (19/4).
"Iya, hari ini sudah kirimkan surat permintaan klarifikasi. Tapi bukan Surat Peringatan (SP) ya," jelasnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat.

Dalam surat tadi, masih timbul 4 hal yg wajib dijelaskan oleh pihak Facebook. Berikut merupakan permintaan penjelasan berasal pihak Kemkominfo kepada Facebook:

1. Klarifikasi mengenai adanya informasi penyalahgunaan data pengguna Facebook yg meluas ke firma analisis lain selain Cambridge Analytica yaitu CubeYou serta Aggregate IQ.

2. Penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan teknis untuk membatasi akses data di Facebook, mirip yg sudah dijelaskan kepada surat berasal Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia tanggal lima April 2018.

3. Memberikan data jadwal serta/atau hasil audit masalah ini;

4. Memberikan data pengguna Facebook Indonesia yg terkena implikasi penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica.

"Dalam surat jua disebutkan agar Facebook memenuhi permintaan tadi selambat-lambatnya dalam 7 (tujuh) hari kalender sejak surat dikirimkan hari ini," terperinci Noor.

Sejauh ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo) sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) kedua menjadi bentuk hukuman administrasi. SP kedua itu diberikan lantaran Facebook masih kurang cermat menutup layanan perangkat lunak kuis yg notabene menjadi kewajibannya ketika bertemu menggunakan pemerintah. Dan pemerintah pun masih menunggu hasil audit yg dijanjikan Facebook. [ara]

Sunday, September 9, 2018

Panggil Facebook, Komisi I DPR Juga akan Cecar Soal Pajak

Panggil Facebook, Komisi
Panggil Facebook, Komisi I DPR Juga akan Cecar Soal Pajak

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyahri memastikan, DPR akan memanggil perusahaan raksasa penyedia layanan internet Facebook pekan depan.

Menurut Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyahri, DPR akan mencecar Facebook mulai asal bobolnya data 1 juta pengguna Facebook Indonesia hingga kepatuhan pajak.

"Makanya kau tanya dulu, 'anda bayar pajak atau nir, segala macam'. Nanti, udah bikin bocor, nir bayar pajak lagi, hukumlah, kalau perlu ditutup," celoteh dia saat dihubungi, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Abdul Kharis nir mengetahui niscaya apakah Facebook Indonesia bersedia tiba atau nir ke Gedung DPR buat kedap bareng Komisi I DPR. Menurut dia, sekretariat komisi I yang mengurusi hal tersebut.

Baca juga: Zuckerberg Tenangkan Investor, Saham Facebook Menguat

Selain Facebook, Kondisi I juga rencananya akan memanggil Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) kepada pekan depan.

"Kalau nir galat akan muncul kedap Senin atau Selasa. Ada planning lain, sekalian kami tanyakan (soal kebocoran data). Setelah itu kita panggil Facebook," celoteh dia.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Rudiantara memanggil perwakilan Facebook Indonesia. Pemanggilan menyusul laporan mutakhir Facebook terkait jumlah data tertentu pengguna yang dicuri firma Cambridge Analytica.

Sebanyak 1 juta data pengguna Indonesia masuk dalam total 87 juta data pengguna Facebook global yang dipegang Cambridge Analytica.

Dalam pertemuan tersebut, Menkominfo mengutarakan permintaan kepada Facebook buat ditindaklanjuti terkait antisipasi kebocoran data pengguna kepada Indonesia.

Friday, September 7, 2018

Pamer foto langsung pada facebook, SBY ikuti Barack Obama

Pamer foto langsung
Pamer foto pribadi di facebook, SBY ikuti Barack Obama

Akun fan page Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Facebook akhir-akhir ini lebih digunakan buat membicarakan hal-hal pribadi kepada publik. Baru-baru ini, SBY mengunggah foto pernikahannya dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono kepada 30 Juli 1976 atau tepat 37 tahun lalu.

BERITA TERKAIT
Mantan menteri SBY reuni bikin foto 'bukan kabinet tandingan'
Hari terakhir sebagai Presiden Indonesia, SBY panen simpati
Presiden SBY banjir simpati di Facebook & Instagram

Di foto pernikahan itu, tampak pasangan SBY-Ani mengenakan kostum pernikahan adat Jawa. Keduanya ketika itu masih ramping. Mata mereka memandang ke kamera dengan tatapan polos. Foto itu pula disertai sedikit cerita bagaimana SBY akhirnya meminang Ibu Ani sebagai istri.

Sebelumnya, SBY pula berkali-kali memposting foto-foto kemesraan keluarganya. Termasuk foto ketika Agus & Ibas kecil.

Pengamat Politik asal Charta Politika Arya Fernandes, berkata apa yang dilakukan sang SBY tadi adalah hal yang wajar, karena SBY dinilai ingin mengambil & menghasilkan citra positif kepada anak belia.

"Umumnya orang yang aktif di media sosial itu kan kelas menengah, terdidik, orang perkotaan & tentu anak belia. Jadi SBY ingin mengambil hati para generasi belia lewat penyampaian pesan-pesannya asal Facebook, termasuk foto itu tadi," istilah Arya ketika dihubungi merdeka.com, Selasa (30/7).

Menurut Arya, SBY pula ingin memberikan sesuatu yang bersifat humanis kepada masyarakat lewat unggahan foto tadi. Layaknya foto-foto keluarga, SBY ingin memberikan persepsi bahwa beliau adalah sosok pemimpin keluarga yang baik & patut dicontoh.

"Semakin ditonjolkan foto yang beraspek mengenai keluarga, itu dapat menghasilkan orang semakin trenyuh & simpati kepada SBY, karena SBY adalah orang yang baik & berhasil menjadi pemimpin keluarga. Karena masih banyak orang yang belum memahami bagaimana kehidupan seseorang Presiden, itu hanya dapat dilakukan SBY lewat sosial media. Itu hal yang positif," ungkapnya.

Selain itu dari Arya, pengunggahan foto-foto pribadi didalam sosial media pula menjadi galat satu animo yang berkembang di pemimpin-pemimpin besar di dunia ketika ini. Misalnya Presiden Amerika Barack Obama yang pernah mengunggah pula foto-foto anaknya yang sedang bermain dalam ruangan kerja Obama.

"Saya kira itu animo pula, animo yang baik. Pimpinan harus memperlihatkan sisi personalitasnya ke publik. Dan aku rasa mungkin SBY pula mengikuti cara si Presiden Obama," imbuh Arya. [ian]

Wednesday, September 5, 2018

Non Aktifkan Akun Facebook Terlambat...

Non Aktifkan Akun Facebook Terlambat...
Non Aktifkan Akun Facebook Terlambat...

Gaung "hapus akun Facebook" lambat laun kian terdengar seusai dugaan terbongkarnya skandal pencurian atau bocornya data personal pengguna Facebook sang firma analisis data, Cambridge Analytica. Skandal ini seolah mengguncang dunia bukan saja alasannya adalah menyangkut keamanan data tertentu pengguna akan tetapi lebih dikarenakan kaitannya beserta super besar media sosial Facebook yang dinaungi sang Mark Zuckerberg. Imbas berasal terungkapnya skandal ini bagi Facebook sangatlah telak, sentimen negatif skandal tersebut dikabarkan menghasilkan nilai saham Facebook merosot tajam yang menjadikan kerugian mencapai puluhan triliun Rupiah.

Menanggapi skandal tersebut Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook telah menghasilkan permohonan maaf berikut mengakui bertanggungjawab secara terbuka melalui kanal media sosialnya atas dugaan Cambridge Analytica telah memanen data kurang lebih sekitar 50 juta pengguna Facebook secara ilegal guna membantu tim kampanye Donald Trump memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016. Akan akan tetapi langkah yang Mark Zuckerberg lakukan ini menurut Penulis murni lebih dikarenakan alasan usaha semata guna menekan merosotnya nilai saham Facebook lebih jauh.

Dibalik skandal tersebut, apa yang menarik menurut Penulis ialah bagaimana cara Cambridge Analytica menyusupi sistem keamanan Facebook. Langkah yang dapat dikatakan brilian dimana mereka menyarukan diri sebagai aplikasi pihak ketiga (generik aplikasi ini poly beredar pada Facebook) yang meminta akses fakta data pengguna. Lantas dimana hebatnya?

Secara kinerja aplikasi yang Cambridge Analytica layaknya rangkaian psikotest yang dikirimkan secara terpola kepada pengguna beserta dalih sebuah survey. Pengguna yang mengakses (mengisi survey) melalui aplikasi tersebut secara nir sadar telah memberitahukan misalnya apa kepribadian mereka & bahkan mungkin turut juga menawarkan (men-share) aplikasi tersebut ke pengguna yang lain.

 Data-data hasil survey yang telah terkumpul kemudian diolah pulang sang sistem buat membangun skema yang dipakai buat mempengaruhi pengguna didasarkan  kepribadiannya kaitannya dalam Pemilihan Presiden tahun 2016 pada Amerika. Sistem ini sebenarnya serupa beserta konsep sistem analisis yang dipakai sang penggiat media sosial buat usaha ataupun kenaikan pangkat, dimana sistem mengolah data prilaku pengguna pada media sosial yang kemudian diolah menjadi rekomendasi berupa fakta, apps, maupun lainnya.

Yang menjadi pertanyaan Penulis kini ialah mengapa skandal ini mengundang kehebohan publik? Bukankah terlepas bocornya data tertentu pengguna Facebook bahwa para pengguna sebenarnya sudah mengumbar kepribadian melalui postingan pada majemuk jejaring sosial? Seolah nir muncul lagi tutur privacy alasannya adalah kesemua hal terkait pengguna diumbar, ibarat orang sedang pada toilet pun diunggah ke medsos. Gaung menonaktifkan Facebook mungkin dapat Penulis katakan terlambat disebabkan privacy yang diribut-ributkan sebenarnya kalau ditelaah pulang telah usang tiada.

Skandal bocornya data pengguna Facebook sampai dikala ini masih diselidiki sang pihak berwenang, sang karenanya publik sepatutnya nir perlu risau menanggapi maraknya pemberitaan yang beredar termasuk hingar bingar agar ramai-ramai menonaktifkan akun Facebook tertentu. Gaung yang mungkin diindikasikan bahwa muncul kepentingan didalamnya atau sebuah upaya buat menjatuhkan Facebook, beserta demikian para penggunanya beralih ke media sosial yang lain. Kalau sudah begini, siapa yang dapat menjamin bahwa data tertentu anda betul-betul kondusif? Demikian artikel Penulis, mohon maaf bilamana muncul kekurangan dikarenakan kekurangan milik Penulis tertentu. Terima kasih.

Artikel terkait : Konspirasi Intelejen & Spionase Cyber

Monday, September 3, 2018

Menkominfo tak ragu blokir Facebook bila jadi alat hasut

Menkominfo tak ragu blokir Facebook bila jadi alat hasut
Menkominfo tak ragu blokir Facebook jikalau jadi indera hasut

Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan pemerintah tidak akan tanggung-tanggung memblokir Facebook, jikalau media umum besutan Mark Zuckerberg itu terindikasi digunakan menjadi indera penghasutan.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

Ia menyontohkan peristiwa yg terjadi di Myanmar. Dalam hal ini merujuk perkara Rohingya.

"Facebook mengakui bahwa Rohingnya itu keliru satunya merupakan ditimbulkan penggunaan media umum di sana, termasuk Facebook," katanya kepada suatu kesempatan di Jakarta.

Maka itu, buat perkara ini pihaknya tidak memiliki keraguan akan memblokir media umum yg dijadikan menjadi indera penghasutan, termasuk Facebook.

"Saya sudah menghasilkan pernyataan tidak punya keraguan buat menghindarkan Indonesia berdasarkan peristiwa mirip itu. Saya tidak punya keraguan buat memblokir atau shutdown kalau terdapat pertanda ke arah sana," jelasnya.

Lain hal memakai perkara penghasutan, Facebook kini tengah ramai diperbincangkan karena penyalahgunaan data. Diduga sebesar 1 juta data pengguna Facebook Indonesia disalahgunakan dalam perkara Cambridge Analytica (CA). Terkait hal ini, Menkominfo telah melayangkan Surat Peringatan Kedua (SP II) kepada Facebook.

SP II tersebut dikeluarkan karena pemerintah menemukan adanya aplikasi yg serupa CA yakni CubeYou serta AgregateIQ. Sebelumnya, pemerintah sudah melakukan sanksi administrasi berupa teguran mulut serta tertulis.

"Makanya, kemarin kami keluarkan SP tambahan. Karena justru kami mengenali terdapat aplikasi yg mirip itu. Mereka pula kan katanya lagi melakukan audit hanya saya belum memahami kapan selesai auditnya," jelasnya dikala ditemui awak media di Gedung Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (11/4).

Sebagaimana diketahui, sesuai siaran pers Facebook, Rabu (4/4), mereka mengakui bahwa terdapat 87 juta data yg dimungkinkan disalahgunakan oleh CA. Dari 87 juta data yg kebobolan, sebagian akbar merupakan pengguna Facebook berdasarkan Amerika Serikat atau lebih kurang 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, terdapat beberapa negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yg disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen berdasarkan 87 juta. Di atas Indonesia, terdapat Filipina yg kemungkinan akbar penyalahgunaan data pengguna berdasarkan negeri itu lebih kurang 1,4 persen. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brazil, Vietnam, serta Australia. [idc]

Saturday, September 1, 2018

Menkominfo soal Facebook Kami telah koordinasi memakai POLRI

Menkominfo soal Facebook Kami telah koordinasi memakai POLRI
Menkominfo soal Facebook Kami telah koordinasi bareng POLRI

Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Rudiantara, berkata akan segera berkoordinasi bareng Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) terkait antisipasi diperlukannya penegakan hukum. Pernyataannya itu terkait penyalahgunaan data pengguna Facebook pada Indonesia yang dilakukan oleh Cambridge Analytica (CA).

BERITA TERKAIT
Menkominfo tegaskan tak pernah minta Instagram hapus foto Amien Rais-Rizieq
Menkominfo ingatkan sebar konten negatif berpengaruh pada karir
Hindari pengedaran obat palsu, pemerintah bakal untuk e-Apotek

"Kami juga telah mulai koordinasi bareng teman POLRI mengantisipasi diperlukannya penegakan hukum secepatnya," ucapnya, Kamis (5/4).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Chief RA, sejauh ini pemerintah tengah menunggu konfirmasi dari Facebook terkait jumlah pengguna Indonesia yang menjadi korban dari penyalahgunaan data CA melalui Facebook.

"Kami sedang meminta angka pastinya," jelasnya yang dikutip dari Liputan6.com.

Sebelumnya, Menkominfo sendiri telah menghubungi pihak Facebook terkait ramai pemberitaan penyalahgunaan data tersebut. Ia menanyakan kepada pihak Facebook terkait beberapa hal, pada antaranya:

1. Memberikan keterangan apakah dari 50 juta pengguna Facebook yang datanya digunakan CA, adakah yang berasal dari pengguna Fb Indonesia? Bika terdapat berapa besar?

dua. Meminta jaminan Facebook sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) comply bareng Peraturan Menteri Kominfo Tahun 2016 mengenai Perlindungan Data Pribadi.

"Sanksinya dapat mulai dari administrasi, denda badan hingga 12 tahun serta denda hingga Rp 12 miliar," terang Rudiantara

Sebagaimana diketahui, dari siaran pers Facebook, Rabu (4/4), mereka mengakui bahwa terdapat 87 juta data yang dimungkinkan disalahgunakan oleh CA.

Dari 87 juta data yang kebobolan, sebagian besar artinya pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau lebih kurang 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, terdapat beberapa negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yang disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen dari 87 juta. Di atas Indonesia, terdapat Filipina yang kemungkinan besar penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu lebih kurang 1,4 persen. Selain ketiga negara itu pada antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brazil, Vietnam, serta Australia.

Sumber: Liputan6.com [ega]

Thursday, August 30, 2018

Menkominfo panggil Facebook jelaskan duduk perkara kebocoran data

Menkominfo panggil Facebook
Menkominfo panggil Facebook jelaskan kasus kebocoran data

Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menyatakan akan memanggil perwakilan Facebook Indonesia sore ini. Tujuannya buat mendengarkan penerangan pihak mereka terkait kebocoran data pengguna Indonesia.

BERITA TERKAIT
Parlemen Uni Eropa cecar Mark Zuckerberg soal Cambridge Analytica & hoaks
Polri pertimbangkan periksa pihak Facebook AS terkait kebocoran data
Soal kebocoran data, Polri nilai Facebook belum kooperatif

"Ya benar, aku telah telepon perwakilan Facebook Indonesia & memanggilnya buat bertemu bareng aku sore nanti," katanya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Kamis (lima/4).

Sebagaimana diketahui, didasarkan  siaran pers Facebook, Rabu (4/4), mereka mengakui bahwa terdapat 87 juta data yg dimungkinkan disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.

Dari 87 juta data yg kebobolan, sebagian besar adalah pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau lebih kurang 81,6 % data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, ada beberapa negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yg disalahgunakan. Sekitar 1,3 % dari 87 juta. Di atas Indonesia, ada Filipina yg kemungkinan besar penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu lebih kurang 1,4 %. Selain ketiga negara itu pada antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brazil, Vietnam, & Australia.

Menurut Menkominfo, kalau benar hal itu terjadi, maka Facebook melanggar Peraturan Menteri (PM) Kominfo Tahun 2016 ihwal Perlindungan Data Pribadi & Undang-Undang Informasi & Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Sanksinya mampu mulai dari administrasi, hukuman badan sampai 12 tahun & denda sampai Rp 12 miliar," jelas Rudiantara dalam pesan singkat yg dikutip dari Liputan6.com, Kamis (lima/4).

Dikatakannya, sejauh ini pemerintah tengah menunggu konfirmasi dari Facebook terkait jumlah pengguna Indonesia yg menjadi korban dari penyalahgunaan data Cambridge Analytics melalui Facebook. Kemkominfo juga telah berkoordinasi bareng aparat kepolisian terkait hukuman tersebut.

"Kami sedang meminta angka pastinya," jelasnya. [idc]

Tuesday, August 28, 2018

Menkominfo Facebook Belum Bayar Pajak kepada Indonesia

Menkominfo Facebook Belum Bayar Pajak kepada Indonesia
Menkominfo Facebook Belum Bayar Pajak di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mendapatkan perwakilan Facebook Asia Pasifik di Kantor Kominfo Medan Merdeka, Jakarta, pada hari ini, Senin (7/5/2018). Pertemuan berlangsung lebih kurang setengah jam, dari pukul 13.00 hingga 13.30 WIB.

Agenda utamanya membahas hal-hal terkait insiden penyalahgunaan satu juta data pengguna Facebook Indonesia sang pihak ketiga. Selain itu, Rudiantara jua menyoroti contoh usaha jejaring sosial bernuansa biru tadi.

"Saya tanya contoh usaha Knda di Indonesia bagaimana. Orang lain telah bayar pajak, bikin PT di Indonesia, Knda belum," istilah beliau, ditemui sesaat sebelum berkecimpung dari Kantor Kominfo, lebih kurang pukul 16.30 WIB.

Diketahui, Facebook telah mempunyai loka kerja operasional di Capital Place Lantai 49, Gatot Subroto, Jakarta, sejak Agustus 2017 lalu.

Kala itu, Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, berkata Facebook telah sebagai Badan Usaha Tetap (BUT) di Indonesia sejak Maret 2017.

Kendati begitu, menurut Rudiantara, loka kerja Facebook Indonesia tadi masih berupa perusahaan layanan (service company), bukan menangani usaha. Artinya, Facebook belum secara resmi membayar pajak pendapatan di Tanah Air.

Baca jua : Facebook Resmi Buka Kantor di Indonesia

"Saya minta kehadiran Facebook di Indonesia modelnya diubah. Ini buat meng-address 3 hal. Pertama soal customer service, lalu hak dan kewajiban hukum, dan perkara fiskal. Saya bilang ubah cepat," Rudiantara menuturkan.

Menteri yg kerap disapa Chief RA tadi sejatinya mengapresiasi niat baik Facebook buat tiba ke Kominfo dan menyampaikan update soal operasionalnya di Indonesia. Meski demikian, niat baik saja tak cukup bila nir disertakan menggunakan tindakan.

Baca jua : Utang Pajak Facebook di Indonesia Capai Rp 3 Triliun

"Facebook tiba menyampaikan update berarti muncul itikad baik. Tapi itu saja belum cukup buat selesaikan perkara di Indonesia," ujarnya.

Chief RA tak menyampaikan tenggat tertentu bagi Facebook buat mengubah contoh bisnisnya. Ia sesumbar rujukan hukumnya bakal lebih mengikat waktu Peraturan Menteri (Permen) perihal layanan Over The Top (OTT) dikeluarkan pada kuartal ketiga tahun ini.

"Begitu Permen OTT keluar, nggak dapat lari-lari lagi," beliau memungkasi.

Baca jua : Pajak Saja Tembus Triliunan Rupiah, Google Dapat Duit Dari Mana?